Fahmi, Amelia (2026) Upaya Penanganan Trauma pada Anak melalui Art Therapy Pasca Banjir Bandang di Balai Gadang. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Iman Bonjol Padang.
|
Text (COVER - DAFTAR PUSTAKA)
AMELIA FAHMI 2212020075 COVER - DAFTAR ISI.pdf - Published Version Download (554kB) |
|
|
Text (BAB I)
AMELIA FAHMI 2212020075 BAB I.pdf - Published Version Download (491kB) |
|
|
Text (BAB III)
AMELIA FAHMI 2212020075 BAB III.pdf - Published Version Download (312kB) |
|
|
Text (BAB V)
AMELIA FAHMI 2212020075 BAB V - DAPUS.pdf - Published Version Download (329kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
AMELIA FAHMI 2212020075 FULLTEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Banjir bandang yang melanda Kelurahan Balai Gadang menimbulkan dampak psikologis yang serius bagi semua orang terutama anak-anak berupa: ketakutan ketika turun hujan lebat, angin kencang, kecemasan ketika melihat genangan air, serta gangguan tidur. Salah satu upaya penanganan yang diberikan oleh terapis kepada anak-anak korban bencana yakni melalui art therapy melalui proses kreatif seni yang memberikan ruang bagi anak untuk mengekspresikan perasaan dan pengalaman emosionalnya secara non-verbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya penanganan trauma pada anak melalui art therapy yang ditinjau dari lima tahapan, yaitu tahap kontak (contact), tahap organisasi (organization), tahap pengungkapan tema (central theme) dan tahap kelestarian (preservation) pasca banjir bandang di Balai Gadang. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode kualitatif yang bersifat deskriptif, dilaksanakan di Balai Gadang. Informan penelitian terdiri dari terapis dan peserta, dipilih melalui teknik purposive sampling sehingga dipilih dua orang terapis dan lima orang peserta. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tahap kontak (contact), terapis berhasil membangun rasa aman dan nyaman sehingga anak siap mengikuti kegiatan art therapy. (2) Tahap organisasi (organization), tahap ini terlaksana secara terstruktur melalui pendampingan terapis dan penyediaan media yang kondusif. (3) Tahap proses melukis (improvisation), memberikan kebebasan berkespresi pada anak melalui media gambar. (4) Tahap pengungkapan tema (central theme), membantu anak menghubungkan karya dengan pengalaman emosional melalui pertanyaan terbuka tanpa tekanan, meskipun terapis tidak menggali lebih dalam perasaan anak. (5) Tahap kelestarian (preservation), belum adanya proses pemaknaan oleh terapis berisiko membuat trauma yang belum terentaskan tidak terdeteksi dan tidak tertangani secara tuntas. Oleh karena itu, apabila trauma pada anak belum terselesaikan setelah seluruh rangkaian art therapy dijalankan maka perlu dialih tangan kasus kepada konselor.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penanganan Trauma, Anak, Art Therapy, Banjir Bandang. |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 100 Filsafat dan Psikologi > 150 Psikologi > Konseling |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Bimbingan Konseling Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FDIK |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 02:23 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 02:23 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/34876 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
