Al-farisi, Raihan (2026) Studi tematik atas konsep al-Wasilah dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur’an. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover - Daftar Isi)
Cover - Daftar Isi.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (533kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (405kB) |
|
|
Text (BAB V dan Daftar Pustaka)
BAB V dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (534kB) |
|
|
Text (Full Text)
Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep al-wasilah dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Qutb, meliputi penafsiran makna al-wasilah, bentuk-bentuk al-wasilah, serta hubungannya dengan pemurnian tauhid. Penelitian ini dilakukan karena masih terdapat perbedaan pemahaman di kalangan umat Islam mengenai konsep al-wasilah dan praktik tawassul sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah Swt. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan metode kualitatif-deskriptif dan menggunakan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i). Sumber data primer dalam penelitian ini adalah Tafsir Fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Qutb, sedangkan sumber data sekunder berupa kitab tafsir, buku, jurnal, skripsi, dan karya ilmiah lain yang relevan dengan tema penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode deskriptif-analitis dengan menghimpun, mengklasifikasikan, serta menganalisis ayat-ayat yang berkaitan dengan al-wasilah berdasarkan penafsiran Sayyid Qutb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Sayyid Qutb, al-wasilah tidak dimaknai sebagai perantara yang bersifat personal atau simbolik, melainkan segala bentuk ketaatan dan amal saleh yang dapat mendekatkan seorang hamba kepada Allah Swt. Bentuk-bentuk al-wasilah meliputi ibadah dan amal kebajikan, kesadaran akan kebutuhan mutlak kepada Allah (al-hajah), pendidikan dan penyucian jiwa melalui zikir serta muhasabah, serta jihad dan dakwah sebagai bentuk pengabdian kepada Allah dalam kehidupan sosial. Selain itu, konsep alwasilah memiliki hubungan yang erat dengan pemurnian tauhid, karena kedekatan kepada Allah hanya dapat dicapai melalui iman, ketakwaan, dan amal saleh tanpa menjadikan makhluk sebagai objek ketergantungan spiritual. Dengan demikian, alwasilah menurut Sayyid Qutb merupakan sarana pembentukan kepribadian muslim yang bertakwa, berakhlak, serta memiliki kepedulian sosial dalam rangka mewujudkan kehidupan yang sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur’an.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Al-Wasilah, Sayyid Qutb, Tafsir Fi Zhilalil Qur’an, Tauhid, Tafsir Tematik. |
| Subjects: | Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 04:19 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 04:19 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/34260 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
