Husnah, Nada Astul (2026) Kontroversi Netizen Indonesia terhadap Webseries"Bidaah 2025" Analisis Resepsi Stuart Hall. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover - Daftar Isi)
Text (Cover - Daftar Isi).pdf - Published Version Download (595kB) |
|
|
Text (BAB I)
Text (BAB I).pdf - Published Version Download (286kB) |
|
|
Text (BAB III)
Text (BAB III).pdf - Published Version Download (153kB) |
|
|
Text (BAB V - Daftar Pustaka)
Text (BAB V - Daftar Pustaka).pdf - Published Version Download (790kB) |
|
|
Text (Full Text)
Text (Full Text).pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Perkembangan media digital telah mengubah cara masyarakat mengakses dan memahami tayangan audio visual, termasuk konten yang membahas isu agama. Serial Bidaah muncul sebagai salah satu tayangan yang memicu perdebatan di media sosial karena dianggap merefleksikan praktik keagamaan yang sensitif. Kontroversi ini dapat dilihat dari berbagai komentar pengguna TikTok yang menunjukkan adanya dukungan, kritik, serta penolakan terhadap isi tayangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kontroversi netizen Indonesia terhadap serial Bidaah dengan menggunakan perspektif analisis resepsi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis resepsi (audience reception analysis). Teori yang digunakan untuk membedah bagaimana netizen memaknai kontroversi serial ini adalah dengan menggunkan teori encoding-decoding dari Stuart Hall. Data diperoleh dari komentar netizen pada konten TikTok yang membahas serial Bidaah. Analisis dilakukan berdasarkan tiga posisi audiens, yaitu dominan, negosiasi, dan oposisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontroversi muncul karena adanya perbedaan pemaknaan penonton terhadap pesan dalam tayangan. Pada posisi dominan, netizen menerima serial sebagai media edukasi dan kritik sosial keagamaan. Pada posisi negosiasi, netizen menerima pesan utama namun tetap memberikan kritik terhadap cara penyajiannya. Sementara itu, pada posisi oposisional, netizen menolak tayangan pesan karena dianggap tidak sesuai dengan nilai dan identitas keagamaan mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TikTok lebih dari sekedar media hiburan, tetapi juga ruang publik digital, tempat audiens membangun, menegosiasikan, dan mempertentangkan makna suatu tayangan. Sehingga penting bagi para pembuat konten untuk lebih memperhatikan dinamika audiens di era media baru.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Analisis Resepsi, Stuart Hall, Encoding-Decoding, Kontroversi, Netizen Indonesia |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 300 Ilmu Sosial > Komunikasi |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FTK |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 02:18 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 02:18 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/34183 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
