Maharani, Silvia (2026) Pemberian izin perkawinan anak di bawah umur oleh Pemuka Adat di Nagari Panti Selatan Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman ditinjau dari Hukum Islam. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover)
Cover-Daftar Tabel (2).pdf - Published Version Download (4MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB 1.pdf - Published Version Download (322kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB 3.pdf - Published Version Download (402kB) |
|
|
Text (BAB V DAN DAFTAR PUSTAKA)
BAB V dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (427kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
SKRIPSI SILVIA MAHARANI FULL TEKS.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya praktik pemberian Dispensasi Kawin oleh Pemuka Adat di Nagari Panti Selatan Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman. Dalam pelaksanaannya, masih ditemukan perkawinan di bawah umur yang dilakukan dengan meminta izin terlebih dahulu kepada pemuka adat, meskipun belum memenuhi batas usia minimal perkawinan yang ditetapkan oleh negara. Kondisi tersebut menunjukkan adanya peranan adat dalam memberikan pertimbangan terhadap pelaksanaan perkawinan di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang melatarbelakangi adanya pemberian Dispensasi Kawin oleh pemuka adat, pertimbangan pemuka adat dalam memberikan izin perkawinan di bawah umur, serta tinjauan Hukum Islam terhadap Dispensasi Kawin pada pernikahan anak di bawah umur. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan fokus lapangan. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan ninik mamak, tokoh masyarakat, alim ulama, pelaku pernikahan dini, dan pihak Kantor Urusan Agama (KUA). Sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, peraturan perundang-undangan dan sumber lain yang berkaitan dengan penelitian. Proses analisis data dilakukan dengan cara deskriptif melalui pengurangan data, tampilan, dan verifikasi untuk mencapai kesimpulan yang terstruktur dan tepat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Pertama, faktor yang melatarbelakangi pemberian Dispensasi Kawin oleh Pemuka Adat di Nagari Panti Selatan dipengaruhi oleh budaya menikah muda yang masih dianggap wajar, kondisi ekonomi keluarga, rendahnya tingkat pendidikan, pengaruh pergaulan anak, serta anggapan bahwa perkawinan yang sah menurut agama sudah cukup meskipun belum dicatatkan secara resmi. Kedua, pertimbangan pemuka adat dalam memberikan izin perkawinan di bawah umur dilakukan melalui musyawarah bersama ninik mamak, tokoh masyarakat, dan pihak keluarga, dengan terlebih dahulu memberikan nasehat dan arahan mengenai kesiapan serta tanggung jawab dalam rumah tangga. Ketiga, dalam perspektif Hukum Islam, Dispensasi Kawin dapat dibenarkan dalam kondisi tertentu, namun tetap harus memperhatikan kesiapan mental, ekonomi, dan tanggung jawab pasangan agar tujuan perkawinan dapat tercapai dengan baik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Dispensasi Kawin, Adat, Hukum Islam |
| Subjects: | Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Hukum Keluarga, Hukum Perkawinan, Hukum Pernikahan Menurut Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 07:28 |
| Last Modified: | 06 Aug 2026 03:28 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/34027 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
