Abdillah, Syukri (2026) Tradisi Manduo Jalang Setelah Walimatul Urs Perspektif di Desa Kampung Tangah Sungai Rotan Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover)
2213010069_Syukri Abdillah_Cover - daftar isi.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (460kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (254kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version Download (301kB) |
|
|
Text (fulltext)
Syukri Abdillah_2213010069(Full).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan tradisi manduo jalang yang merupakan bagian dari rangkaian adat pasca-perkawinan di Desa Kampung Tangah Sungai Rotan, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman. Tradisi ini dilaksanakan dua hingga tiga hari setelah Walimatul Urs, di mana mempelai perempuan (anak daro) bersama keluarganya berkunjung dan menginap di rumah keluarga mempelai laki-laki dengan membawa hantaran berupa joadah gadang, nasi kuning, singgang ayam, serta berbagai lauk-pauk. Meskipun pasangan suami istri telah sah secara agama dan hukum negara, tradisi ini menjadi tahapan yang wajib dilaksanakan sebelum kehidupan rumah tangga sesungguhnya dimulai. Pelaksanaan tradisi ini menimbulkan beban ekonomi yang cukup besar bagi kedua belah pihak, sehingga perlu dikaji dari perspektif hukum Islam melalui konsep 'urf. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang pelaksanaan tradisi manduo jalang setelah walimatul urs di Desa Kampung Tangah Sungai Rotan, Kecamatan Pariaman Timur dan mengkaji tinjauan 'urf terhadap pelaksanaan tradisi manduo jalang di desa tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research), dalam penelitian ini terdapat 5 pasangan yang menjadi sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi manduo jalang di Desa Kampung Tangah telah berlangsung secara turun temurun sebagai tahapan akhir dari rangkaian perkawinan adat. Prosesinya melibatkan kunjungan dan bermalam anak daro di rumah mertua dengan membawa hantaran yang menelan biaya antara Rp3.000.000 hingga Rp5.000.000, sementara pihak keluarga laki-laki memberikan pasalaman berupa emas kepada anak daro sebanyak 3 hingga 6 emas. Kedua, ditinjau dari perspektif 'urf, tradisi manduo jalang dikategorikan sebagai 'urf 'amali (kebiasaan berbentuk perbuatan nyata) dan termasuk dalam klasifikasi 'urf shahih, karena tidak bertentangan dengan Al-Qur'an dan Sunnah, tidak mengandung unsur kemusyrikan, serta membawa kemaslahatan sosial yang nyata berupa penguatan silaturahmi dan harmonisasi hubungan antara dua keluarga besar. Tradisi ini juga tidak mempengaruhi keabsahan akad nikah dan selaras dengan tujuan syariat Islam (maqashid al-syari'ah) dalam menjaga keharmonisan keluarga dan hubungan sosial.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Manduo Jalang, Walimatul Urs, 'Urf |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Fiqih > Hukum Keluarga, Perkawinan, Pernikahan Menurut Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 00:51 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 07:17 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33618 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
