Penafsiran istilah al-Haya' dalam kitab tafsir Jami' Al-Bayan karya At-Thabari

Adawiyah, Roudatul (2026) Penafsiran istilah al-Haya' dalam kitab tafsir Jami' Al-Bayan karya At-Thabari. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover-Abstrak)
Cover-abstrak.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
Bab I .pdf - Published Version

Download (493kB)
[img] Text (BAB III)
baab 3.pdf - Published Version

Download (313kB)
[img] Text (BAB V-DAPUS)
BAB V-DAPUS.pdf - Published Version

Download (311kB)
[img] Text (Full Text)
Full Skripsi.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Al-haya’ merupakan salah satu nilai akhlak penting dalam Islam yang memiliki kedudukan erat dengan keimanan serta berfungsi sebagai pengendali perilaku dalam menjaga kehormatan, kesopanan, dan moralitas seseorang. Hilangnya sifat al-haya’ dapat menyebabkan lunturnya nilai-nilai akhlak, melemahnya kontrol diri, serta meningkatnya berbagai bentuk perilaku yang bertentangan dengan norma agama dan sosial. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh memudarnya nilai al-haya’ diera modern akibat pengaruh budaya luar, media digital, dan pergeseran norma sosial yang mengikis kesopanan dan nilai religius umat Islam. Selain itu, berdasarkan telaah terhadap penelitian terdahulu, kajian mengenai al-haya’ telah banyak dilakukan dari perspektif psikologi Islam, hadis, maupun tafsir komparatif, namun belum ditemukan penelitian yang secara khusus mengkaji konsep al-haya’ dalam Tafsir Jami’ Al-Bayan karya At-Thabari. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep al-haya’ pada QS. Al-Qashas [28]:25 sebagai bentuk kesopanan dan penjagaan diri, QS. Al-Baqarah [2]:26 sebagai bentuk ketegasan dalam menyampaikan kebenaran, dan QS. Al-Ahzab[33]:53 sebagai bentuk etika sosial dalam berinteraksi, serta mengungkap implikasinya bagi kehidupan Muslim kontemporer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research ). Dengan sumber data primer,yaitu kitab tafsir Jami’ Al-Bayan karya At-Thabari, sementara sumber data sekunder, yaitu jurnal, artikel, buku, skripsi dan sumber lainnya yang terkait dengan masalah yang dikaji. Serta menggunakan teori akhlak oleh Ibn Qayyim al-Jawziyyah. Penelitian ini menghasilkan temuan utama, yaitu pada QS. Al-Qashas [28]:25, At-Thabari menafsirkan al-haya’ sebagai sikap malu dan kesopanan yang ditunjukkan perempuan dengan menutup wajah saat menemui Nabi Musa, sebagai wujud penjagaan diri dan etika dalam interaksi antar gender. Kedua, pada QS. Al-Baqarah[2]:26, al-haya’ dipahami sebagai sifat yang dinafikan dari Allah Swt, yang menegaskan bahwa rasa malu tidak boleh menghalangi penyampaian kebenaran dan ilmu pengetahuan. Ketiga, dalam QS. Al-Ahzab[33]:53, terdapat dua dimensi al-haya’ yakni rasa malu Nabi Muhammad Saw yang mulia berupa kelembutan akhlak terhadap tamu, dan penafian al-haya’ dari Allah Swt dalam menegakkan aturan pergaulan dan interaksi sosial secara tegas. Secara keseluruhan, At-Thabari membagi al-haya’ ke dalam dua bentuk yaitu al-haya’ al-mahmud (malu yang yang terpuji), yang mendorong seseorang menjaga kehormatan dan membentuk akhlak mulia. Selanjutnya al-haya’ al-madzmum (malu yang tercela), yang menghalangi seseorang dari kebenaran, ilmu, dan kewajiban agama. Sedangkan implikasi dari konsep al-haya’ bagi kehidupan Muslim yakni dengan menuntut keseimbangan antara menjaga kesopanan diri dengan keberanian moral dalam menegakkan kebenaran dan amar ma’ruf nahi mungkar.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Al-Haya’ , Tafsir Jami’ al-Bayan, At-Thabari.
Subjects: Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan
Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Ilmu Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 27 Jun 2026 13:32
Last Modified: 27 Jun 2026 13:32
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33565

Actions (login required)

View Item View Item