Rodiah, Rodiah (2026) Dinamika penafsiran makna Tabarruj dalam QS. al-Ahzab ayat 33; studi kitab tafsir Ibnu Katsir. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover-Abstrak)
SKRIPSI Rodiah cover-abstrak.pdf - Published Version Download (750kB) |
|
|
Text (Bab I)
SKRIPSI BAB I Rodiah.pdf - Published Version Download (533kB) |
|
|
Text (Bab III)
SKRIPSI BAB III Rodiah.pdf - Published Version Download (574kB) |
|
|
Text (Bab V dan Daftar Pustaka)
Skripsi BAB V-Dapus Rodiah.pdf - Published Version Download (281kB) |
|
|
Text (Full Text)
SKRIPSI FULLTEXT RODIAH CANTIKK.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui praktik penafsiran Ibnu Katsir pada QS. Al-Ahzab: 33, memahami penafsiran beliau dalam menjelaskan makna kata tabarruj, serta mengetahui dinamika pemaknaan tabarruj dalam Tafsir Ibnu Katsir. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan dengan pendekatan analisis teks (textual analysis).Sumber data primer yang digunakan adalah QS. Al-Ahzab ayat 33 dan kitab Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim karya Ibnu Katsir, sedangkan sumber data sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, skripsi, kamus, dan literatur relevan lainnya. Teknik pengumpulan data adalah dokumentasi dilakukan melalui studi pustaka dengan Menelusuri makna kata “tabarruj” dalam kamus bahasa Arab serta mengumpulkan teks penafsiran Ibnu Katsir atas ayat terkait. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) yang meliputi tiga tahapan sistematis: identifikasi teks, kategorisasi makna, dan interpretasi konteks. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama Ibnu Katsir mempraktikkan penafsiran dengan metode tahlili berbasis riwayat (bil-ma’tsur), menyajikan variasi riwayat tanpa tarjih. Kedua, Melalui riwayat para tabi’in yang dihimpun, makna tabarruj berkembang secara dinamis namun saling melengkapi: Mujahid memaknainya pada dimensi sosial (perempuan berjalan membaur di tengah laki-laki); Qatadah mengembangkannya pada aspek bahasa tubuh (berjalan dengan melenggak-lenggok, manja, dan genit atau misyah, takassur, dan taghannuj); sedangkan Muqatil bin Hayyan mengaturnya dalam aspek teknis berpakaian (mengenakan kerudung yang tidak diikat sempurna sehingga leher dan perhiasan terlihat). Ketiga, Dinamika pemaknaannya menunjukkan perkembangan dari aspek keberadaan di ruang publik, cara berjalan, hingga teknis berpakaian. Perbedaan ini merupakan perluasan makna yang saling melengkapi, dipengaruhi oleh faktor sosial-budaya, keilmuan, dan perkembangan zaman, menunjukkan keluwesan syariat Islam dalam merespons perubahan tanpa meninggalkan prinsip dasarnya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tabarruj, Ibnu Katsir, Al-Ahzab: 33, Dinamika Penafsiran. |
| Subjects: | Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 27 Jun 2026 11:29 |
| Last Modified: | 27 Jun 2026 11:29 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33552 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
