Konstruksi wacana kesetaraan gender oleh Nasaruddin Umar dalam buku argumen kesetaraan gender perspektif al-Qur’an: Studi analisis wacana kritis Fairclough

Nazuar, Aisyah Khayla (2026) Konstruksi wacana kesetaraan gender oleh Nasaruddin Umar dalam buku argumen kesetaraan gender perspektif al-Qur’an: Studi analisis wacana kritis Fairclough. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (cover)
Aisyah Khayla Nazuar. 2215050040. Cover-Abstrak.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (14MB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB V dan Daftar Pustaka)
BAB V dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (8MB)
[img] Text (fulltext)
Aisyah Khayla Nazuar. 2215050040. Full text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Isu kesetaraan gender menjadi persoalan yang dijumpai dalam berbagai aspek kehidupan. Wacana kesetaraan gender dalam Islam terus berkembang seiring munculnya berbagai kajian yang berupaya menafsirkan kembali teks-teks keagamaan secara kontekstual. Salah satu tokoh yang memberikan kontribusi dalam diskursus tersebut adalah Nasaruddin Umar. Nasaruddin Umar berpandangan bahwa banyak ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan gender secara bias sehingga melahirkan ketidaksetaraan dan melihat bahwa salah satu penyebabnya adalah kekeliruan dalam membedakan antara konsep sex dan gender. Perbedaan biologis yang bersifat kodrati sering kali disamakan dengan peran sosial yang sebenarnya merupakan konstruksi budaya. Akibatnya, muncul penafsiran keagamaan yang cenderung bias gender. Isu terkait kesetaraan gender ini diolah menggunakan pendekatan wacana. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan model studi kepustakaan (library research). Adapun sumber data primer yaitu Buku Argumen Kesetaraan Gender Perspektif al-Qur’an dengan analisis wacana kritis Norman Fairclough, sedangkan data sekunder meliputi Artikel-artikel jurnal dan buku-buku yang mengkaji pandangan Nasaruddin Umar, interpretasi ayat-ayat al-Qur'an tentang gender, dan diskursus kesetaraan gender dalam Islam maupun secara umum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada dimensi teks, Nasaruddin Umar membangun wacana kesetaraan gender melalui lima prinsip dengan menggunakan diksi seperti “sama-sama” dan “keduanya” menunjukkan strategi bahasa yang menegaskan relasi nonhierarkis antara laki-laki dan perempuan. Pada dimensi praktik diskursif, Nasaruddin Umar menggunakan pendekatan linguistik, historis, dan kontekstual serta didukung ayat Al-Qur’an, hadits, dan perbandingan dengan tradisi Yahudi-Nasrani untuk memperkuat legitimasi kesetaraan gender dalam Islam. Sementara pada dimensi praktik sosial, wacana tersebut menjadi kritik terhadap budaya patriarki yang masih berkembang di masyarakat serta berfungsi sebagai upaya membangun relasi gender yang lebih adil, setara, dan inklusif.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kesetaraan Gender, Analisis Wacana Kritis, Nasaruddin Umar
Subjects: Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 07 Aug 2026 08:36
Last Modified: 07 Aug 2026 08:36
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33495

Actions (login required)

View Item View Item