Cania, Sheldina (2026) Penafsiran Wahbah az-Zuhaili tentang ayat-ayat hijab (Analisis Tafsir Abdul Mustaqim). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER-ABSTRAK)
SHELDINA CANIA_2215050016 COVER-ABSTRAK.pdf - Published Version Download (783kB) |
|
|
Text (Bab 1)
SHELDINA CANIA_2215050016_BAB I..pdf - Published Version Download (839kB) |
|
|
Text (BAB III)
SHELDINA CANIA_2215050016_BAB III.pdf - Published Version Download (273kB) |
|
|
Text (BAB V-DAFTAR PUSTAKA)
SHELDINA CANIA_2215050016_BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (321kB) |
|
|
Text (fulltext)
SHELDINA CANIA_2215050016_FULL TEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi dari beragamnya pemahaman masyarakat mengenai konsep hijab yang sering kali hanya dipahami sebagai simbol pakaian, padahal ayat-ayat hijab memiliki tujuan syariat yang lebih luas. Fokus penelitian diarahkan pada penafsiran Wahbah az-Zuhaili dalam kitab Tafsir Al-Munir terhadap dua ayat kunci, yaitu : QS. al-Ahzab:59 dan QS. an-Nur:31, yang secara khusus membahas konsep hijab dan batasan aurat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara mendalam bagaimana Wahbah az-Zuhaili menafsirkan ayat-ayat hijab dalam Tafsir Al-Munir serta bagaimana pendekatan Tafsir Maqashidi Abdul Mustaqim tentang ayat hijab. Metodologi penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh dari kitab Tafsir Al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili, sementara data sekunder diambil dari literatur terkait lainnya. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menggunakan teori Tafsir Maqasidi yang digagas oleh Abdul Mustaqim untuk mengungkap tujuan-tujuan syariat di balik perintah berhijab. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Wahbah az-Zuhaili menafsirkan hijab sebagai kewajiban bagi setiap muslimah yang bertujuan untuk menjaga kehormatan (hifz al-‘ird) dan mencegah fitnah sosial. Dalam penafsirannya, Zuhaili mengikuti pandangan jumhur ulama bahwa batasan aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Dari perspektif maqasidi, hijab bukan sekadar aturan formal berpakaian, melainkan instrumen perlindungan diri (hifz al-nafs), penjagaan agama (hifz al-din), dan penjagaan keturunan (hifz al-nasl). Relevansi penafsiran ini dalam konteks kontemporer menunjukkan bahwa meskipun model hijab dapat beradaptasi dengan budaya dan zaman, nilai-nilai dasar perlindungan martabat dan ketertiban moral masyarakat tetap bersifat universal dan relevan selama hal tersebut tidak bertentangan dengan syari`at.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Wahbah az-Zuhaili, Ayat Hijab, Tafsir Maqasidi. |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Ilmu Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 04:19 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 04:19 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33481 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
