Yulianto, Aan (2026) Relasi makna khalid dan baqa dalam tafsir al-Mishbah: Relevansinya dengan konsep kekekalan. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (FILE COVER- DAFTAR ISI)
FILE COVER- DAFTAR ISI.pdf - Published Version Download (743kB) |
|
|
Text (FILE BAB I)
FILE BAB I.pdf - Published Version Download (309kB) |
|
|
Text (Bab 3)
Aan Yulianto_2215050201_FILE BAB III.pdf - Published Version Download (252kB) |
|
|
Text (FILE BAB V- DAFTAR PUSTAKA)
FILE BAB V- DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (285kB) |
|
|
Text (FILE FULL TEKS)
FILE FULL TEKS.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini membahas relasi makna kata khalid dan baqa dalam Tafsir Al-Mishbah serta relevansinya dengan konsep kekekalan dalam Islam. Kedua istilah tersebut sama-sama berkaitan dengan makna kekekalan, namun memiliki penggunaan dan makna yang berbeda dalam Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna kata khalid, makna kata baqa, relasi makna keduanya dalam Tafsir Al-Mishbah, serta relevansinya dengan konsep kekekalan dalam Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur’an yang memuat kata khalid dan baqa beserta penafsirannya dalam Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab. Adapun data sekunder diperoleh dari berbagai buku, jurnal, dan literatur yang berkaitan dengan konsep kekekalan, tafsir, dan teologi Islam. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, klasifikasi, dan analisis terhadap relasi makna kedua istilah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata khalid digunakan untuk menggambarkan kekekalan yang berkaitan dengan makhluk, baik dalam bentuk kenikmatan surga maupun azab neraka. Kekekalan tersebut bersifat relatif karena tetap berada dalam kehendak Allah. Sementara itu, kata baqa menunjukkan kekekalan yang bersifat mutlak yang hanya dimiliki oleh Allah Swt. Dalam Tafsir Al-Mishbah, Quraish Shihab menjelaskan bahwa khalid tidak selalu menunjukkan kekekalan mutlak, melainkan bergantung pada konteks ayat. Adapun baqa menunjukkan sifat kekal Allah yang tidak berawal dan tidak berakhir. Relasi makna keduanya menunjukkan perbedaan antara kekekalan makhluk yang bersifat bergantung dan kekekalan Allah yang bersifat absolut. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa hanya Allah yang memiliki kekekalan mutlak, sedangkan kekekalan makhluk berlangsung atas kehendaknya
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Khalid, Baqa, Kekekalan, Tafsir Al-Mishbah |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 07:38 |
| Last Modified: | 28 Jul 2026 07:38 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33363 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
