Hadis Larangan Perempuan Mengiringi Jenazah dalam Perspektif Qira'ah Mubadalah

Yazit, Al Habil (2026) Hadis Larangan Perempuan Mengiringi Jenazah dalam Perspektif Qira'ah Mubadalah. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover-Daftar Isi)
COVER UPLOAD.pdf - Published Version

Download (642kB)
[img] Text (Bab-1)
BAB I Skripsi Cetak.pdf - Published Version

Download (302kB)
[img] Text (Bab III)
BAB III Skripsi cetak.pdf - Published Version

Download (170kB)
[img] Text (Bab V)
BAB V skripsi cetak.pdf - Published Version

Download (182kB)
[img] Text (Ful Text)
SKRIPSI AL HABIL REVISI Lengkap CETAK.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (967kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini membahas tentang hadis larangan perempuan mengiringi jenazah dalam perspektif qira’ah mubadalah. Hadis yang diriwayatkan oleh Ummu ‘Athiyah yang menjadi alasan seseorang melarang perempuan untuk ikut serta prosesi pengiringan jenazah. Namun, hadis ini masih menimbulkan perbedaan pendapat di kalangan ulama, terutama terkait status hukum dari hadis tersebut. Oleh karena itu, penelitian bertujuan untuk menganalisis pemahaman hadis larangan perempuan mengiringi jenazah dengan mengunakan pendekatan qira’ah mubadalah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan mengunakan metode deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui kitab-kitab hadis, kitab syarah hadis, buku qira’ah mubadalah, dan buku penunjang, jurnal ilmiah, dan literatur yang membahas qira’ah mubadalah. Hasil penelitian ini penulis menjelaskan konteks hadis ini berstatus maqbul dan dapat dijadikan sebagai hujjah, redaksi hadis tidak tegas menunjukkan larangan tersebut tidak bersifat tegas (tahrim), melainkan lebih dekat kepada makna makruh atau anjuran untuk tidak melakukannya pada kondisi tertentu, implementasi pendekatan qira’ah mubadalah menekankan pentingnya menjaga etika berkabung, menghormati jenazah, dan menghindari perilaku yang menimbulkan kemudaratan, implikasi hadis larangan dengan mengunakan qira’ah mubadalah menjelaskan kontribusi yang signifikan dalam memujudkan nilai-nilai keadilan, kesetaraan, dan kemaslahatan, perempuan tidak diposisikan sebagai objek pembatasan normatif, melainkan sebagai subjek yang memiliki hak dan tanggung jawab dalam sosial-keagamaan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: hadis, perempuan, mengiringi jenazah, qira’ah mubadalah, Ummu ‘Athiyah.
Subjects: Tajuk Subjek > Agama Islam > Hadits
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Hadis
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 25 Jun 2026 09:00
Last Modified: 25 Jun 2026 09:00
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33338

Actions (login required)

View Item View Item