Fadly, Aydil (2026) Pandangan Ulama Kontemporer di Kabupaten Dharmasraya Terhadap Ihdad Wanita Karir. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover sampai Daftar isi)
Aydil Fadly. NIM 2213010006. Cover sampai Daftar isi.pdf - Published Version Download (3MB) |
|
|
Text (BAB I)
Aydil Fadly. NIM 2213010006. BAB I.pdf - Published Version Download (499kB) |
|
|
Text (BAB III)
Aydil Fadly. NIM 2213010006. BAB III.pdf - Published Version Download (410kB) |
|
|
Text (BAB V - Daftar Pustaka)
Aydil Fadly. NIM 2213010006. BAB V - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (346kB) |
|
|
Text (Full Text)
Aydil Fadly. NIM 2213010006. Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (16MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi fenomena meningkatnya perempuan di era modern sebagai pekerja publik, bahkan pencari nafkah utama, yang menimbulkan dilema saat mereka menjalani ihdad pasca kematian suami. Ihdad sebagai kewajiban syari’at untuk berkabung selama 4 bulan 10 hari seringkali berbenturan dengan tuntutan profesional dan kebutuhan ekonomi yang mendesak. Penelitian ini mengkaji pandangan ulama dari tiga organisasi Islam di Kabupaten Dharmasraya, yakni NU, Muhammadiyah, PERTI. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mendeskripsikan latar belakang sosio-intelektual ulama kontemporer di Kabupaten Dharmasraya, 2) Untuk menganalisis pandangan ulama kontemporer di Kabupaten Dharmasraya terhadap wanita yang berkarir 3) Untuk menganalisis pandangan dan argumen ulama kontemporer di Kabupaten Dharmasraya terhadap pelaksanaan ihdad wanita karir. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Latar belakang sosio-intelektual ulama kontemporer di Kabupaten Dharmasraya terbentuk melalui pendidikan pesantren, pengalaman dakwah, dan afiliasi organisasi Islam; 2) Ulama kontemporer Dharmasraya membolehkan perempuan berkarir dengan syarat tetap dalam koridor syari’at, menjaga kehormatan, dan tidak melalaikan keluarga; 3) Pelaksanaan ihdad bagi wanita karir, ulama kontemporer Dharmasraya merumuskan bahwa Pertama, wanita karir diperbolehkan keluar rumah untuk bekerja berdasarkan kondisi hajat atau darurat, khususnya apabila tidak ada sumber nafkah lain bagi keluarganya. Kedua, selama bekerja wanita karir wajib menjaga penampilan agar tidak bersifat tabarruj, yakni tidak berhias berlebihan, tidak menggunakan wewangian yang menyolok, dan tidak berpenampilan yang dapat menimbulkan ketertarikan lawan jenis. Ketiga, wanita karir yang berihdad wajib kembali ke rumahnya setelah jam kerja dan tidak diperbolehkan menginap di luar rumah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ulama kontemporer, Ihdad, dan Wanita karir |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Fiqih > Hukum Keluarga, Perkawinan, Pernikahan Menurut Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 07:55 |
| Last Modified: | 25 Jun 2026 07:55 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33306 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
