Penimbunan Barang di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh Menurut Ekonomi Islam

Sumanti, Eva (2010) Penimbunan Barang di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh Menurut Ekonomi Islam. Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Fulltext)
Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Masalah Pokok yang menjadi dasar dalam penelitian ini adalah mengapa para pedagang di Pasar Tanjung Baruje Sungai Penuh melakukan penimbunan barang dan bagaimana peran pemerintah di dalam mengontrol harga di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh. Permasalahan ini dilatar belakangi oleh adanya para pedagang di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh yang melakukan Penimbunan Barang terutama beras, padahal di Sungai Penuh masyarakat adalah pemeluk Islam terbanyak yaitu lebih dari 90 % penduduk, tetapi mengapa para pedagang di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh melakukan penimbunan barang. Disamping itu peran pemerintah sangat dibutuhkan di dalam menstabilkan harga barang tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan ( field research ) yaitu dengan meneliti kasus-kasus yang terjadi dalam kehidupan sosial, khususnya tentang pelaksanaan penimbunan barang di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh. Berdasarkan klasifikasinya data dibagi kepada data primer dan data sekunder. Data primer adalah data berupa informasi langsung tentang pedagang beras yang melakukan penimbunan barang, sedangkan data sekunder adalah data yang diproses seorang peneliti secara tidak langsung dari sumbernya tetapi melalui sumber lain. Adapun sumber data yang akan dimanfaatkan adalah pedagang beras, petani, dan masyarakat serta orang yang berkaitan dan ikut terlibat dengan masalah tersebut. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber primer dan sekunder. Penimbunan barang dalam aktivitas ekonomi hanya dikenal dalam sistem ekonomi kapitalis. Dalam aktivitas perdagangan dan produksi lainnya sistem ekonomi islam tidak membenarkan ihtikar, hal ini bertentangan dengan prinsip syari’at yang menekankan adanya keadilan dan pemerataan dalam mencukupi keperluan hidup sehari-hari. Pada prinsipnya penimbunan barang adalah menahan barang-barang keperluan umum dan apabila masyarakat membutuhkannya, barang itu dipasarkan dengan harga yang lebih tinggi. Ia merupakan bentuk perekonomian yang terlarang dalam islam. Hampir semua pedagang di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh melakukan penimbunan barang seperti beras, bahkan para pedagang di Pasar Tanjung Bajure merasa hal tersebut bukanlah sesuatu hal yang dilarang oleh agama, sebab beras yang mereka timbun adalah beras mereka sendiri yang mereka beli di dari petani di sawah-sawah sewaktu mereka panen. Pemerintah sudah merasa melakukan perannya untuk menstabilkan harga beras di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh bahkan Pemerintah merasa sudah membantu masyarakat di pedesaan yang kebanyakan mereka petani padi. Sebab Pemerintah merasa kalau harga beras naik maka naik pula pendapatan masyarakat di Kabupaten Kerinci, sebab beras merupakan komoditi masyarakat Kerinci.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Tajuk Subjek > Agama Islam > Sosial dan Budaya Islam > Ekonomi Islam
Divisions: Program Pascasarjana > Program Magister > Ekonomi Syari'ah
Depositing User: Zulfitri Zulfitri
Date Deposited: 18 Jun 2026 02:22
Last Modified: 18 Jun 2026 02:22
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33194

Actions (login required)

View Item View Item