HUKUM JUAL BELI MENGGUNAKAN SAMPEL PERSPEKTIF IMAM RAHIBANI DAN IBN UTSAIMIN

Hadiansyah, Fajar (2026) HUKUM JUAL BELI MENGGUNAKAN SAMPEL PERSPEKTIF IMAM RAHIBANI DAN IBN UTSAIMIN. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (COVER-DAFTAR ISI FAJAR HADIANSYAH)
COVER-DAFTAR ISI FAJAR HADIANSYAH.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I FAJAR HADIANSYAH)
SKRIPSI BAB I.pdf - Published Version

Download (982kB)
[img] Text (BAB III FAJAR HADIANSYAH)
SKRIPSI BAB III.pdf - Published Version

Download (787kB)
[img] Text (BAB V FAJAR HADIANSYAH)
SKRIPSI BAB V.pdf - Published Version

Download (653kB)
[img] Text (FULLTEXT FAJAR HADIANSYAH)
SKRIPSI FULLTEXT FAJAR HADIANSYAH (1).pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya praktik jual beli menggunakan sampel (bai’ al-unmūdzaj) dalam aktivitas ekonomi kontemporer yang memicu perdebatan yuridis mengenai pemenuhan kriteria kejelasan objek akad. Penelitian ini bertujuan untuk membedah secara mendalam perbedaan pandangan antara Imam al-Rahibani dan Syaikh Ibnu Utsaimin mengenai hukum jual beli sampel, serta menganalisis relevansi pemikiran keduanya melalui kacamata teori Mashlahah. Metode penelitian ini adalah penelitian hukum normatif atau kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data primer bersumber dari karya otoritatif Al-Rahibani, Maṭālib Ulī al-Nuhā, dan karya Ibnu Utsaimin, Asy-Syarḥ al-Mumti’. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif-komparatif guna menemukan akar perbedaan istinbāṭ hukum kedua tokoh tersebut. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Imam al-Rahibani menyatakan jual beli sampel tidak sah karena mengandung unsur gharar (ketidakpastian) dan menerapkan prinsip sadd al-dzarī’ah (tindakan preventif) guna menghindari potensi sengketa di masa depan. Sementara itu, Syaikh Ibnu Utsaimin melegitimasi praktik ini melalui qiyās aulawiyah terhadap jual beli salam dan mengedepankan prinsip taisīr (kemudahan) serta ‘urf (kebiasaan) pasar yang didukung oleh instrumen hak khiyār sebagai katup pengaman bagi pembeli. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa pendapat Syaikh Ibnu Utsaimin memiliki relevansi yang lebih kuat untuk diimplementasikan di era industri modern yang didominasi oleh standarisasi produk homogen. Pendekatan tersebut dipandang lebih selaras dengan tujuan syariat Islam (maqāṣid al-syarī’ah) dalam mewujudkan kemaslahatan ekonomi umat dengan memberikan kemudahan bertransaksi tanpa mengabaikan aspek keadilan dan perlindungan harta.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Jual Beli Sampel, Imam al-Rahibani, Ibnu Utsaimin, Mazhab Hambali, Gharar.
Subjects: Tajuk Subjek > Agama Islam > Fiqih > Muamalah
Tajuk Subjek > Agama Islam > Fiqih > Fiqih Berbagai Paham, Mazhab
Divisions: Fakultas Syariah
Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 07 Mar 2026 02:09
Last Modified: 07 Mar 2026 02:09
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33083

Actions (login required)

View Item View Item