Analisis Paradoksal Vasektomi Sebagai Penghalang Berketurunan (Studi Perbandingan Penafsiran Terhadap Ayat-Ayat Tentang Reproduksi Menurut Al-Qurthubi dan Wahbah Az-Zuhaili)

Arnella, Ami Juwita (2026) Analisis Paradoksal Vasektomi Sebagai Penghalang Berketurunan (Studi Perbandingan Penafsiran Terhadap Ayat-Ayat Tentang Reproduksi Menurut Al-Qurthubi dan Wahbah Az-Zuhaili). Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover-Daftar Isi)
Ami Juwita Arnella. NIM 2420080006. Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (997kB)
[img] Text (Bab I)
Ami Juwita Arnella. NIM 2420080006. Bab I.pdf - Published Version

Download (454kB)
[img] Text (Bab III)
Ami Juwita Arnella. NIM 2420080006. Bab III.pdf - Published Version

Download (289kB)
[img] Text (Bab V dan Daftar Pustaka)
Ami Juwita Arnella. NIM 2420080006. Bab V dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (368kB)
[img] Text (Full Text)
Ami Juwita Arnella. NIM 2420080006. Full Text.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis paradoksal antara praktik vasektomi sebagai metode kontrasepsi permanen yang menghentikan kemampuan berketurunan dengan ajaran al-Qur`an yang menekankan pentingnya reproduksi sebagai anugerah dan amanah Ilahi. Rumusan masalah yang dikaji adalah bagaimana pemetaan ayat-ayat reproduksi dalam al-Qur`an, bagaimana penafsiran ayat-ayat tersebut dalam perbandingan antara tafsir al-Qurthubi dan tafsir al-Munir dan bagaimana analisis paradoksal terhadap ayat-ayat reproduksi dan praktik vasektomi sebagai penghalang keturunan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) dan teknik analisis isi secara deskriptif-komparatif melalui pendekatan tafsir muqarran. Sumber bahan primer adalah Tafsir al-Jami’ li Ahkam al-Qur`an karya al-Qurthubi dan Tafsir al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili. Hasil penelitian menunjukkan adanya paradoksal antara kebebasan reproduksi dalam konteks kesehatan modern dan ketetapan Ilahi tentang pemberian atau penahanan keturunan, serta larangan membunuh jiwa dan pencegahan kehamilan. Namun, hasil dari analisis dari kedua mufassir vasektomi ini tidak diperbolehkan kecuali adanya kondisi darurat medis yang mengancam nyawa atau kesehatan reproduksi, asalkan dengan niat baik dan persetujuan bersama. Penelitian ini signifikan karena memberikan wawasan integratif antara nilai syariah dan realitas sosial kesehatan kontemporer. Kesimpulannya, vasektomi bukanlah mutlak ‘boleh atau tidaknya’ tetapi termasuk wilayah ijtihad yang harus mempertimbangkan kemaslahatan, konteks dan prinsip Maqashid al-Syari’ah.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Analisis Paradoksal, Vasektomi, Studi Perbandingan, Reproduksi, Al-Qurthubi dan Wahbah az-Zuhaili
Subjects: Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an
Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Ilmu Tafsir
Divisions: Program Pascasarjana > Program Magister > Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Depositing User: Pusat Riset Pascasarjana
Date Deposited: 06 Mar 2026 01:51
Last Modified: 06 Mar 2026 01:51
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32935

Actions (login required)

View Item View Item