Yulrizal, Yulrizal (2026) PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK AKIBAT INSES PERSPEKTIF HUKUM DI INDONESIA. Skripsi thesis, UIN IMAM BONJOL PADANG.
|
Text (Cover)
TESIS YULRIZAL Cover Dll.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I PENDAHULUAN)
TESIS YULRIZAL BAB I.pdf - Published Version Download (695kB) |
|
|
Text (BAB III METODE PENELITIAN)
TESIS YULRIZAL BAB III.pdf - Published Version Download (371kB) |
|
|
Text (BAB V dan DAFTAR PUSTAKA)
TESIS YULRIZAL BAB V dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (499kB) |
|
|
Text (TESIS FULL TEXT)
TESIS YULRIZAL FULL TEXT 2026.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
ABSTRAK Fenomena inses tidak hanya menimbulkan masalah pidana bagi pelaku dan korban, tetapi juga menimbulkan masalah hukum bagi anak yang dilahirkan sebagai hasilnya. Anak tidak terlibat dalam peristiwa kelahirannya, tetapi menghadapi ketidakpastian identitas hukum, hubungan keperdataan, perwalian, dan kewarisan, sementara hukum Indonesia belum menetapkan kedudukan hukumnya secara menyeluruh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana hukum positif Indonesia melindungi anak akibat inses, mempelajari hak keperdataannya, dan menjelaskan kedudukan nasab menurut hukum keluarga Islam. Studi hukum normatif ini berbasis studi kepustakaan dan menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif normatif dari sudut pandang hukum keluarga Islam. Bahan hukum primer terdiri dari Undang-Undang Perlindungan Anak, Tindak Pidana Kekerasan Seksual, dan Undang- Undang Perkawinan, serta bahan hukum sekunder terdiri dari buku teks hukum, jurnal ilmiah, disertasi, dan penelitian normatif. Hasil penelitian adalah, pertama hak-hak anak yang dilindungi oleh hukum akibat inses meliputi identitas, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan. Anak-anak dianggap sebagai korban dan perlu dipulihkan melalui rehabilitasi medis-psikologis, pendampingan hukum, dan perlindungan keamanan. Semua ini dilakukan melalui layanan terpadu negara yang bertujuan untuk memulihkan kondisi dan mengembalikan anak ke kehidupan sosial dengan harga diri. Kedua penelitian menunjukkan bahwa empat komponen utama hak keperdataan anak yang dihasilkan dari hubungan inses adalah identitas yang ditunjukkan oleh akta kelahiran, hak atas hubungan perdata dengan ibu, status sebagai subjek hukum mandiri, dan pencatatan administratif kelahiran oleh negara. Ketiga, anak akibat inses disamakan dengan anak zina dalam hukum keluarga Islam karena mereka hanya memiliki nasab kepada ibu dan tidak memiliki hak perwalian atau waris dari ayah. Ini dilakukan untuk menjaga ketertiban keturunan tanpa mengurangi martabat anak.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Anak Akibat Inses, Perlindungan Hukum, Hak Keperdataan Anak, Nasab, Hukum Keluarga Islam |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Magister > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Pusat Riset Pascasarjana |
| Date Deposited: | 06 Mar 2026 01:47 |
| Last Modified: | 06 Mar 2026 01:47 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32933 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
