Zulhairi, - (2026) SANKSI ADAT PADA PERKAWINAN PELAKU ZINA DI JUJUHAN MUARA BUNGO. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover)
TESIS Zulhairi Cover Dll.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
TESIS Zulhairi BAB I.pdf - Published Version Download (943kB) |
|
|
Text (BAB III)
TESIS Zulhairi BAB III.pdf - Published Version Download (486kB) |
|
|
Text (BAB V dan DAFTAR PUSTAKA)
TESIS Zulhairi BAB V dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (487kB) |
|
|
Text (FULL TEKS)
TESIS Zulhairi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Studi ini membahas sebuah tema tentang “Sanksi Adat Pada Perkawinan Pelaku Zina Di Jujuhan Muara Bungo” ditulis oleh Zulhairi, NIM 2420040037 Prodi Hukum Keluarga Pascasarjana Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang. Terdapat tiga hal utama yang menjadi sorotan dalam penelitian ini. Pertama, mendeskripsikan latar belakang adanya aturan sanksi adat pada perkawinan pelaku zina di Jujuhan Muara Bungo. Kedua, mengeksplorasi pelaksanaan sanksi adat pada perkawinan pelaku zina di Jujuhan Muara Bungo. Ketiga menganalisis tinjauan hukum keluarga Islam terhadap sanksi adat pada perkawinan pelaku zina di Jujuhan Muara Bungo. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini empirical legal research dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik analisis data dilakukan dengan memproses data, membaca data, menganalisis, mengcoding, menjelaskan kemudian menafsirkan data. Penelitian ini menemukan: 1). Latar belakang sanksi adat pada perkawinan pelaku zina. Berakar pada maraknya kasus zina di Jujuhan Muara Bungo. 2). Pelaksanaan sanksi adat pada perkawinan pelaku zina melalui beberapa tahap dengan di awali sidang ninik mamak, setelah itu dilakukan tobat degho (cambukkan lidi), pembayaran denda adat, nikah secara agama dan pembayaran hutang adat. 3). Tinjauan hukum keluarga Islam terhadap sanksi adat bagi perkawinan pelaku zina di kecamatan Jujuhan Muara Bungo dapat diposisikan sebagai bagian dari penerapan prinsip hukum keluarga Islam yang terintegrasi dengan hukum adat bahwa: Sanksi adat terhadap perkawinan pelaku zina yang berlaku di Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Muara Bungo, pada prinsipnya sejalan dengan nilai-nilai al-Qur’an dan sunah. Sanksi tersebut merefleksikan pengamalan prinsip yang terkandung dalam Surah Sad ayat 44, sebagaimana tergambar dalam kisah Nabi Ayyub. Model penerapan sanksi adat berupa tobat degho meneladani prinsip tersebut, yakni pelaksanaan hukuman yang bersifat simbolik, proporsional, dan berorientasi pada pemulihan moral. Secara substansial, tujuan utama sanksi adat ini adalah mencegah terulangnya perbuatan serupa di tengah masyarakat. Maka dari itu, penerapannya relevan dengan prinsip sadd al-dzari‘ah dalam hukum Islam, yaitu menutup segala celah yang berpotensi mengantarkan pada terjadinya pelanggaran moral di masa mendatang.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sanksi Adat, Perkawinan, Zina, Tobat Degho |
| Subjects: | D History General and Old World > D History (General) |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Magister > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Pusat Riset Pascasarjana |
| Date Deposited: | 06 Mar 2026 01:46 |
| Last Modified: | 06 Mar 2026 01:46 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32917 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
