TINJAUAN MASLAHAH TERHADAP LARANGAN MENIKAHI YANG SEKAMPUNG DENGAN MANTAN ISTRI ATAU SUAMI DI NAGARI KAJAI KABUPATEN PASAMAN BARAT

Rofifa, Ghini (2026) TINJAUAN MASLAHAH TERHADAP LARANGAN MENIKAHI YANG SEKAMPUNG DENGAN MANTAN ISTRI ATAU SUAMI DI NAGARI KAJAI KABUPATEN PASAMAN BARAT. Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover)
cover - daftar isi.pdf - Published Version

Download (3MB)
[img] Text (BAB I)
BAB 1.pdf - Published Version

Download (360kB)
[img] Text (BAB III)
BAB 3.pdf - Published Version

Download (344kB)
[img] Text (BAB V)
BAB 5.pdf - Published Version

Download (307kB)
[img] Text (TESIS)
tesis lengkap.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (7MB) | Request a copy

Abstract

Tesis ini bertujuan untuk menganalisis Tinjauan Maslahah terhadap Larangan Menikahi yang Sekampung dengan Mantan Istri atau Suami di Nagari Kajai Kabupaten Pasaman Barat. Terdapat dua hal utama yang menjadi sorotan dalam penelitian ini adalah: Pertama, latar belakang dan alasan diterapkannya larangan menikahi perempuan yang sekampung dengan mantan istri atau suami, dan kedua, analisis maslahah terhadap larangan tersebut dengan menggunakan teori manifest dan laten Robert K. Merton serta konsep maslahah menurut Imam Al-Ghazali. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang penerapan larangan ini dalam konteks sosial dan budaya masyarakat Nagari Kajai serta melihat relevansi larangan tersebut dalam perspektif maslahah untuk melindungi kepentingan bersama. Jenis penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dalam studi ini didapatkan melalui wawancara mendalam, dan studi pustaka yang relevan. Sumber data primer diperoleh dari wawancara dengan niniak mamak dan tokoh adat di Nagari Kajai, sementara sumber data sekunder diperoleh dari literatur yang membahas hukum adat, teori maslahah, serta teori terkait lainnya. Temuan dalam studi ini adalah: Pertama, larangan menikahi perempuan yang sekampung dengan mantan istri atau suami bertujuan untuk menjaga keharmonisan sosial dalam masyarakat Nagari Kajai, mencegah ketegangan antar keluarga, serta memperkuat ikatan sosial antar warga. Kedua, larangan ini berfungsi sebagai kontrol sosial melalui otoritas niniak mamak yang memperkuat posisi adat dalam kehidupan masyarakat. Ketiga, dalam perspektif maslahah menurut Imam Al-Ghazali, larangan ini merupakan pembatasan terhadap hal yang mubah (diperbolehkan) demi kemaslahatan masyarakat, khususnya dalam menjaga hifz al-nasl (memelihara keturunan) dan hifz al-nafs (memelihara jiwa). Kata kunci: Tradisi Adat, Maslahah, Larangan Pernikahan

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Tradisi Adat, Maslahah, Larangan Pernikahan
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
Divisions: Program Pascasarjana > Program Magister > Hukum Keluarga
Depositing User: Pusat Riset Pascasarjana
Date Deposited: 05 Mar 2026 06:18
Last Modified: 05 Mar 2026 06:18
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32853

Actions (login required)

View Item View Item