POLA PEMBAGIAN WARISAN DI NAGARI CUBADAK AIR KOTA PARIAMAN

Savitri, Desthia Irsa (2026) POLA PEMBAGIAN WARISAN DI NAGARI CUBADAK AIR KOTA PARIAMAN. Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (COVER DLL)
COVER DLL.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (713kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (502kB)
[img] Text (BAB V DAN DAFTAR PUSTAKA)
BAB V DAN DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (507kB)
[img] Text (FULLTEXT)
TESIS FULLTEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola distribusi warisan di Nagari Cubadak Air, Kota Pariaman, dari perspektif pluralisme hukum, rasionalitas aktor, penerapan hukum waris Islam dan wasiat, serta tinjauan berdasarkan Maqashid al Syari'ah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fakta bahwa masyarakat Minangkabau menganut sistem kekerabatan matrilineal yang mempengaruhi praktik warisan, sehingga terjadi interaksi antara hukum adat, hukum Islam, dan hukum sipil dalam praktik distribusi warisan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan melalui wawancara mendalam dengan pemimpin adat, pemimpin agama, pemimpin masyarakat, dan ahli waris. Data dianalisis secara deskriptif dan analitis untuk memahami dinamika distribusi warisan berdasarkan tujuh kasus yang ditemukan di Nagari Cubadak Air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola distribusi warisan bersifat dualistik, yaitu mempertahankan warisan besar sebagai warisan kolektif masyarakat yang tidak dapat dibagi, dan membagi warisan kecil melalui mekanisme musyawarah keluarga dengan mempertimbangkan prinsip prinsip faraidh, kondisi sosial ekonomi ahli waris, dan keharmonisan keluarga. Dalam beberapa kasus, wasiat digunakan sebagai alat ungkapan penghargaan dan kasih sayang terhadap pihak tertentu, asalkan tidak melebihi sepertiga harta dan tidak menghilangkan hak dasar ahli waris. Rasionalitas aktor dalam menentukan pola pembagian warisan mencerminkan integrasi antara rasionalitas tradisional (adat), rasionalitas instrumental (agama), dan rasionalitas praktis sosial (musyawarah). Dari perspektif Maqashid al Syari'ah, praktik pembagian warisan di Nagari Cubadak Air sejalan dengan tujuan melindungi agama (hifz al din), kehidupan (hifz al nafs), keturunan (hifz al nasl), harta (hifz al mal), dan akal (hifz al--'aql). Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik warisan di Nagari Cubadak Air merupakan bentuk pluralisme hukum yang harmonis, di mana hukum adat, hukum Islam, dan hukum sipil saling melengkapi dalam mewujudkan keadilan substansial dan kesejahteraan sosial. Kata kunci: Pluralisme hukum, Warisan, Pusako tinggi, Pusako randah, Wasiat, Maqashid al Syari'ah, Minangkabau.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Pluralisme hukum, Warisan, Pusako tinggi, Pusako randah, Wasiat, Maqashid al Syari'ah, Minangkabau.
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
Divisions: Program Pascasarjana > Program Magister > Hukum Keluarga
Depositing User: Pusat Riset Pascasarjana
Date Deposited: 05 Mar 2026 06:16
Last Modified: 05 Mar 2026 06:16
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32848

Actions (login required)

View Item View Item