Azmi, Muhammad (2026) Makna Syajarah Pada Qs 2:35 : Studi Komparatif Tafsir (Tafsir Ath-Thabari Ibn Jarir Ath-Thabari Dan Tafsir Al-Azhar Hamka). Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER)
COVER M. RAHMAD AZMI TESIS .pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I M. RAHMAD AZMI TESIS .pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III M.RAHMAD AZMI TESIS .pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V M. RAHMAD AZMI TESIS .pdf - Published Version Download (739kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
FULL TEXT M. RAHMAD AZMI TESIS .pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Abstrak Tesis ini berjudul Makna Syajarah Pada Qs 2:35 : Studi Komparatif Tafsir (Tafsir Ath-Thabari Ibn Jarir Ath-Thabari Dan Tafsir Al-Azhar Hamka) yang disusun oleh M. Rahmad Azmi dengan NIM 2420080030 Penelitian ini mengkaji makna syajarah dalam QS. al-Baqarah ayat 35 melalui studi komparasi penafsiran dua mufassir dari periode yang berbeda, yaitu Imam Ath-Ṭabari sebagai representasi mufassir klasik dan Hamka sebagai mufassir modern. Kajian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pendekatan dalam memahami lafaz-lafaz al-Qur’an, yang tidak hanya dipengaruhi oleh aspek kebahasaan, tetapi juga oleh metode penafsiran, latar belakang keilmuan, serta kondisi sosial dan budaya masing-masing mufassir. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pemaknaan syajarah menurut Ath-Ṭabari dan Hamka, sekaligus mengidentifikasi persamaan dan perbedaan penafsiran keduanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari Tafsir JAmi‘ al-BayAn ‘an Ta’wil Ay al-Qur’An karya Ath-Ṭabari dan Tafsir al-Azhar karya Hamka, sedangkan data sekunder berasal dari literatur tafsir, hadis, dan ulum al-Qur’an. Analisis dilakukan secara deskriptif-komparatif dengan membandingkan metode, sumber, serta corak penafsiran kedua mufassir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ath-Ṭabari cenderung memaknai syajarah secara hakiki sebagai pohon dalam arti fisik, dengan menekankan riwayat-riwayat sahabat, tabi‘in, serta analisis kebahasaan. Pendekatan ini mencerminkan corak tafsir bi al-ma’ṯur yang berorientasi tekstual. Sebaliknya, Hamka memaknai syajarah secara kontekstual dan simbolik, dengan menekankan pesan moral, spiritual, dan sosial yang relevan dengan kehidupan masyarakat modern, sehingga mencerminkan corak tafsir adabi ijtimA‘i. Meskipun demikian, keduanya memiliki persamaan dalam penggunaan metode tahlili dan rujukan pada sumber-sumber klasik. Kata Kunci: Syajarah; QS. al-Baqarah 35; Tafsir Muqarran; ath-Thabari; Hamka
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Syajarah; QS. al-Baqarah 35; Tafsir Muqarran; ath-Thabari; Hamka |
| Subjects: | Agama Islam Agama Islam > Agama Islam Umum Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Ilmu Tafsir |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Magister > Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir |
| Depositing User: | Pusat Riset Pascasarjana |
| Date Deposited: | 05 Mar 2026 02:07 |
| Last Modified: | 05 Mar 2026 02:07 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32793 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
