Thoriq, Muhammad (2026) Representasi Makna Ketakutan dan Spiritualitas dalam Film Horor Indonesia (2022-2025) Ditinjau dari Teori Mise en Scène. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover)
Muhammad Thoriq-2112010097-Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version Download (586kB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB 1 Thoriq.pdf - Published Version Download (390kB) |
|
|
Text (BAB 3)
BAB 3 Thoriq.pdf - Published Version Download (328kB) |
|
|
Text (BAB 5)
BAB 5 Thoriq.pdf - Published Version Download (294kB) |
|
|
Text (Full Text)
Muhammad Thoriq-2112010097-FULL TEXT SKRIPSI.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Skripsi ini ditulis oleh: Muhammad Thoriq, 2112010097, dengan judul “Representasi Makna Ketakutan dan Spiritualitas dalam Film Horor Indonesia (2022-2025) ; Ditinjau dari Teori Mise en Scène”, jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Imam Bonjol Padang. Film horor Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai ruang representasi makna ketakutan dan spiritualitas yang berakar pada nilai budaya, religius, dan pengalaman kolektif masyarakat. Dalam perkembangannya, film horor Indonesia kontemporer semakin menonjolkan bahasa visual sebagai sarana utama pembentukan makna, khususnya melalui pengolahan ruang, cahaya, dan simbol-simbol spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana makna ketakutan dan spiritualitas direpresentasikan melalui unsur mise en scène dalam film horor Indonesia periode 2022–2025, dengan objek kajian lima film, yaitu KKN di Desa Penari (2022), Pengabdi Setan 2: Communion (2022), Sewu Dino (2023), Santet Segoro Pitu (2024), dan Qodrat 2 (2025). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan landasan teori mise en scène. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis teks film. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan mendalam (close viewing) terhadap adegan-adegan yang merepresentasikan ketakutan dan spiritualitas. Analisis data dilakukan secara tematik dan interpretatif dengan fokus pada unsur mise en scène, meliputi setting, pencahayaan, kostum, properti, serta blocking dan gestur aktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna ketakutan dalam film horor Indonesia direpresentasikan tidak hanya sebagai rasa takut terhadap ancaman gaib, tetapi sebagai pengalaman eksistensial dan spiritual yang muncul akibat pelanggaran terhadap tatanan sakral. Sementara itu, spiritualitas direpresentasikan sebagai respons visual yang berfungsi memulihkan keseimbangan relasi antara manusia dan dunia transenden melalui ritual, simbol religius, dan kepatuhan terhadap nilai-nilai spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film horor Indonesia periode 2022–2025 mengonstruksi ketakutan dan spiritualitas secara simultan melalui mise en scène, menjadikan film horor sebagai medium refleksi nilai moral, religius, dan budaya masyarakat Indonesia kontemporer.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ketakutan, Spiritualitas, Mise en Scène |
| Subjects: | U Umum (General) |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Ruang Baca FDIK |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 03:29 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 03:29 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32631 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
