Putra, Fajriman (2026) Maslahah Oghong dalam tradisi masyarakat Pariaman. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER - DAFTAR TABEL)
COVER-DAFTAR TABEL.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (398kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (410kB) |
|
|
Text (BAB VIII DAN DAFTAR PUSTAKA)
BAB VIII DAN DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (531kB) |
|
|
Text (TESIS FULL TEXT)
FULL TEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji tentang praktik oghong dalam tradisi masyarakat Pariaman dengan fokus pada nilai maslahah yang terkandung di dalamnya. Kajian ini berangkat dari adanya potensi konflik dan kerusakan hubungan sosial akibat pembatalan pertunangan, yang dalam praktik adat diatur melalui mekanisme oghong agar tidak dilakukan secara sepihak. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teknik Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan tokoh adat, pasangan dan keluarga pasangan. Penelitian ini menghasilkan: pertama, tradisi oghong lahir dari kebutuhan sosial untuk mengatur pembatalan pertunangan agar tidak dilakukan secara sepihak serta tidak menimbulkan konflik dan kerusakan hubungan kekerabatan. Oghong berfungsi sebagai kesepakatan adat yang mengikat para pihak setelah prosesi Batimbang Tando, menjaga tanggung jawab sosial, kehormatan keluarga, dan martabat kaum, serta dilembagakan melalui peran niniak mamak dan tokoh adat. Nilai-nilai musyawarah, mufakat, keadilan, tanggung jawab, dan perlindungan martabat sosial menjadi landasan utama oghong, karena selaras dengan prinsip adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah dan berorientasi pada kemaslahatan. Kedua, terjadinya oghong dipengaruhi oleh faktor karano ulah, meliputi faktor individu dan keluarga, serta faktor karano Allah seperti sakit berat dan kematian yang diterima adat tanpa sanksi (suruik badunsanak). Ketiga, proses oghong berlangsung secara sistematis, diawali dari komunikasi internal keluarga, musyawarah adat, hingga pengembalian tando sesuai ketentuan nikah mamak jo mamak. Tradisi oghong tidak hanya sekadar pembatalan pertunangan, melainkan mekanisme adat yang berfungsi mengelola pembatalan pertunangan secara tertib dan berlegitimasi sosial, baik secara manifest sebagai prosedur resmi adat maupun secara laten dalam menjaga keharmonisan dan martabat sosial. Dari perspektif maslahah, manfaat oghong yaitu terhindarnya individu dan keluarga dari penurunan nama baik, kejelasan status setelah pembatalan, serta berlangsungnya hubungan kekerabatan secara baik, sekaligus membatasi potensi konflik sosial, permusuhan antarkaum, dan stigma akibat pembatalan pertunangan secara sepihak serta konflik yang lebih besar jika tetap lanjut ketahap pernikahan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Oghong, Maslahah, Tradisi Adat, Pembatalan Pertunangan, Masyarakat Pariaman |
| Subjects: | Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Hukum Keluarga, Hukum Perkawinan, Hukum Pernikahan Menurut Islam K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Magister > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Pusat Riset Pascasarjana |
| Date Deposited: | 04 Mar 2026 05:21 |
| Last Modified: | 04 Mar 2026 05:21 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32623 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
