Analisis Terhadap Pertimbangan Hakim Dalam Penetapan Hadanah Anak Yang Belum Mumayiz Kepada ayah (Studi Kasus Putusan Pengadilan Agama Padang Kelas 1A)

Rahmat, Hafidz (2026) Analisis Terhadap Pertimbangan Hakim Dalam Penetapan Hadanah Anak Yang Belum Mumayiz Kepada ayah (Studi Kasus Putusan Pengadilan Agama Padang Kelas 1A). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover-Daftar Isi)
Skripsi Hafidz Rahmat Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
Skripsi Full Hafidz Rahmat BAB I.pdf - Published Version

Download (772kB)
[img] Text (BAB III)
Skripsi Full Hafidz Rahmat BAB III.pdf - Published Version

Download (686kB)
[img] Text (BAB V-Daftar Pustaka)
Skripsi Hafidz Rahmat BAB V-Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (613kB)
[img] Text (Full Text)
Skripsi Hafidz Rahmat Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (15MB)

Abstract

Penelitian ini berangkat dari ketentuan Pasal 105 dan Pasal 156 Kompilasi Hukum Islam yang secara normatif menempatkan hak hadanah anak belum mumayiz pada ibu. Namun, dalam praktik Peradilan Agama ditemukan putusan yang memberikan hak hadanah kepada ayah, yaitu Putusan Nomor 1446/Pdt.G/2023/PA.Pdg dan Putusan Nomor 1399/Pdt.G/2024/PA.Pdg, sehingga menimbulkan persoalan mengenai dasar pertimbangan hakim dalam menyimpangi ketentuan normatif tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis dasar pertimbangan hukum hakim dan faktor yang memengaruhi penetapan hadanah kepada ayah dalam kedua putusan. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif empiris. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan dasar pertimbangan hakim. Pada Putusan Nomor 1446/Pdt.G/2023/PA.Pdg, penetapan hadanah kepada ayah didasarkan pada keberhasilan mediasi, adanya kesepakatan para pihak, serta sikap ibu yang tidak keberatan, sehingga hakim menguatkan hasil mediasi demi kemaslahatan anak. Sementara pada Putusan Nomor 1399/Pdt.G/2024/PA.Pdg, penetapan hadanah kepada ayah didasarkan pada pembuktian persidangan menunjukkan ibu tidak memenuhi kelayakan sebagai pengasuh, sehingga hak hadanah dinilai gugur dan ayah lebih mampu menjamin kepentingan terbaik anak. Dengan demikian, kedua putusan menegaskan penerapan hukum hadanah tidak bersifat mutlak, melainkan dipengaruhi fakta persidangan, hasil mediasi, dan prinsip kepentingan terbaik bagi anak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: hadanah, anak belum mumayiz, pertimbangan hakim, Pengadilan Agama.
Subjects: Tajuk Subjek > Agama Islam > Fiqih > Hukum Keluarga, Perkawinan, Pernikahan Menurut Islam
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 04 Mar 2026 03:29
Last Modified: 04 Mar 2026 03:29
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32551

Actions (login required)

View Item View Item