Menjaga Keseimbangan dalam Keberagaman Moderasi Beragama di Desa Batahan Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara

Viola, Legistia (2026) Menjaga Keseimbangan dalam Keberagaman Moderasi Beragama di Desa Batahan Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (cover)
Legitia Viola-2215010006-Cover-Daftar isi.pdf - Published Version

Download (538kB)
[img] Text (Bab 1)
Legistia Viola -2215010006- Bab 1.pdf - Published Version

Download (404kB)
[img] Text (Bab III)
Legistia Viola-2215010006- Bab III.pdf - Published Version

Download (289kB)
[img] Text (bab V- Daftar Pustaka)
Legistia Viola- 2215010006- Bab V-Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (329kB)
[img] Text (fulltext)
Legistia Viola-2215010006-Full.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Moderasi beragama menjadi hal penting di masyarakat Indonesia yang multikultural karena membantu mencegah sikap ekstrem, menjaga keseimbangan sosial, dan membangun kerukunan antar umat beragama. Desa Batahan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara dipilih sebagai fokus penelitian karena berasal dari latar belakang agama yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana masyarakat di desa Batahan menerapkan moderasi beragama dan faktor-faktor apa saja yang mendukung terciptanya toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Penelitian ini menjawab pertanyaan tentang cara masyarakat bersikap moderat, peran tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta interaksi sosial yang mendukung praktik moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi warga, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan aparat pemerintah. Data dianalisis dengan menyusun, mengelompokkan, dan menafsirkan informasi untuk menemukan pola, hubungan, dan makna terkait moderasi beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Batahan bisa hidup rukun dengan saling menghormati ibadah masing-masing, menjaga adat, dan menyelesaikan perbedaan lewat musyawarah. Sikap toleransi ini tidak Cuma teori, tapi nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti silaturahmi dan ikut perayaan adat maupun keagamaan. Tokoh agama membantu menanamkan nilai toleransi dan ajaran agama yang seimbang, sedangkan tokoh masyarakat dan aparat desa menjadi penengah saat ada masalah dan mendorong warga tetap rukun. Keterlibatan bersama budaya lokal, pendidikan, dan peran tokoh membuat moderasi beragama di sini berjalan lancar, sehingga tercipta lingkungan sosial yang harmonis dan toleran. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa moderasi beragama yang efektif butuh penerapan nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari dan dukungan lembaga sosial agar masyarakat bisa menghadapi perubahan sosial dengan tetap rukun.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Tajuk Subjek > Agama > Hubungan Antar Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 11 Jun 2026 00:35
Last Modified: 11 Jun 2026 00:35
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32473

Actions (login required)

View Item View Item