Hukum Suami Memandikan Jenazah Istrinya Studi Komparatif Mazhab Syafi’iyah dan Mazhab Hanafiyah

Putra, Andika (2026) Hukum Suami Memandikan Jenazah Istrinya Studi Komparatif Mazhab Syafi’iyah dan Mazhab Hanafiyah. Skripsi thesis, FAKULTAS SYARIAH.

This is the latest version of this item.

[img] Text (COVER, ABSTRAK, PENGESAHA)
COVER, ABSTRAK, PENGESAHAN-1.pdf - Published Version

Download (894kB)
[img] Text (BAB I)
BAB 1 WATERMARK.pdf - Published Version

Download (410kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III WATERMARK.pdf - Published Version

Download (375kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (408kB)
[img] Text (FULL TEXT)
FUUL.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya perbedaan pendapat di kalangan ulama fikih, khususnya terkait hukum suami memandikan jenazah istri. Mazhab Hanafiyah berpendapat bahwa suami tidak boleh memandikan jenazah istrinya, sedangkan Mazhab Syafi’iyah membolehkan hal tersebut. Perbedaan pandangan ini menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat, sehingga diperlukan kajian ilmiah yang komprehensif untuk memberikan pemahaman yang jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dalil dan metode istinbath hukum yang digunakan oleh Mazhab Hanafiyah dan Mazhab Syafi’iyah mengenai hukum suami memandikan jenazah istri, menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya perbedaan pendapat di antara kedua mazhab tersebut, serta menentukan pendapat yang lebih rajih berdasarkan kekuatan dalil dan argumentasi hukum. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif dan metode komparatif (muqaranah al-mazahib). Sumber data primer diperoleh dari kitab-kitab fiqih klasik Mazhab Hanafiyah dan Mazhab Syafi’iyah, seperti Al-Mabsuth, Bada’i Ash-Shana’i, Al-Umm, dan Al-Majmu’, sedangkan sumber data sekunder berasal dari buku, jurnal, dan karya ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan pendapat antara Mazhab Hanafiyah dan Mazhab Syafi’iyah disebabkan oleh perbedaan dalam memahami status hubungan pernikahan setelah kematian, penafsiran dalil hadis, serta metode istinbath hukum yang digunakan. Mazhab Hanafiyah memandang bahwa hubungan pernikahan terputus dengan kematian, sehingga suami tidak lagi berhak memandikan jenazah istrinya. Sementara itu, Mazhab Syafi’iyah berpendapat bahwa hubungan pernikahan masih memiliki konsekuensi hukum tertentu setelah kematian, sehingga suami dibolehkan memandikan jenazah istrinya. Berdasarkan analisis dalil dan argumentasi hukum, pendapat Mazhab Syafi’iyah dinilai lebih rajih karena didukung oleh hadis sahih dan praktik para sahabat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Jenazah, Memandikan Jenazah, Suami dan Istri, Mazhab Hanafiyah, Mazhab Syafi’iyah.
Subjects: Tajuk Subjek > Agama Islam > Fiqih > Fiqih Berbagai Paham, Mazhab
Divisions: Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 04 Mar 2026 02:12
Last Modified: 04 Mar 2026 02:12
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32428

Available Versions of this Item

  • Hukum Suami Memandikan Jenazah Istrinya Studi Komparatif Mazhab Syafi’iyah dan Mazhab Hanafiyah. (deposited 04 Mar 2026 02:12) [Currently Displayed]

Actions (login required)

View Item View Item