AYAT SEBAGAI ALAT KUASA : ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP LEGITIMASI DAN FANATISME RELIGIUS DALAM FILM BID’AAH

VIONA, ALYA (2026) AYAT SEBAGAI ALAT KUASA : ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP LEGITIMASI DAN FANATISME RELIGIUS DALAM FILM BID’AAH. Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (FULLTEXT)
ALYA VIONA_NIM.2420080033_FULLTEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (10MB)
[img] Text (COVER-DAFTAR ISI)
ALYA VIONA_NIM.2420080033_COVER-DAFTAR ISI.pdf - Published Version

Download (8MB)
[img] Text (BAB I)
ALYA VIONA_NIM.2420080033_BAB I.pdf - Published Version

Download (596kB)
[img] Text (BAB III)
ALYA VIONA_NIM.2420080033_BAB III.pdf - Published Version

Download (452kB)
[img] Text (BAB V-DAFTAR PUSTAKA)
ALYA VIONA_NIM.2420080033_BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (461kB)

Abstract

Penelitian ini berjudul " Ayat Sebagai Alat Kuasa: Analisis Wacana Kritis Terhadap Legitimasi dan Fanatisme Religius dalam Film Bid'ah ". Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana ayat-ayat Al-Qur'an disalahgunakan dan dimaknai dalam film Bidaah, dengan meninjau dimensi teks (struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro), kognisi sosial pembuat film, serta konteks sosial masyarakat yang melatarbelakanginya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. van Dijk. Data penelitian berupa transkrip dialog, narasi, dan adegan dalam film Bidaah yang memuat ayat-ayat Al-Qur'an. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, observasi teks film, dan pencatatan dialog. Analisis data meliputi tiga dimensi utama menurut Van Dijk, yaitu: (1) teks (struktur makro, superstruktur, dan mikro), (2) kognisi sosial (pemahaman, ideologi, dan pandangan pembuat film), dan (3) konteks sosial (situasi sosial-budaya yang melatarbelakangi lahirnya film). Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Bidaah mengutip beberapa ayat Al-Qur'an, seperti QS. An-Nisa':59, QS An-Nisa': 129, QS At-Taubah:71 QS. An-Nahl :125, QS. Al- Mu'minun:86, QS. Ali Imran: 104, QS. Al-Anfal : 27 Secara tekstual, ayat-ayat tersebut berisi perintah amar ma'ruf nahi munkar, ketaatan pada ulil amri, serta larangan berkhianat. Namun, secara kontekstual, film mempersempit makna ayat sehingga berfungsi sebagai doktrin dan alat legitimasi pemimpin kelompok keagamaan.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahwa film Bidaah tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga sarana penyebaran wacana keagamaan yang problematis. Penggunaan ayat-ayat Al-Qur'an secara tekstual tanpa memperhatikan tafsir kontekstual berpotensi menimbulkan reduksi makna, bahkan konflik dalam pemahaman agama di masyarakat.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Analisis Wacana Kritis, Teun A. van Dijk, Film Bidaah, Otoritas Agama, Al- Qur'an
Subjects: Agama Islam
Agama Islam > Agama Islam Umum
Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan
Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Ilmu Tafsir
Divisions: Program Pascasarjana > Program Magister > Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Depositing User: Pusat Riset Pascasarjana
Date Deposited: 03 Mar 2026 04:12
Last Modified: 03 Mar 2026 04:12
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32409

Actions (login required)

View Item View Item