Cupak Lautan Api Studi Tentang Dinamika Perjuangan Masyarakat Nagari Cupak Melawan Agresi Militer Belanda II (1948 – 1949)

Fauzi, Akmal and UNSPECIFIED (2022) Cupak Lautan Api Studi Tentang Dinamika Perjuangan Masyarakat Nagari Cupak Melawan Agresi Militer Belanda II (1948 – 1949). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover - Daftar Isi)
Akmal Cover-Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (697kB)
[img] Text (Bab 1)
Akmal BAB I.pdf - Published Version

Download (490kB)
[img] Text (Bab IV Dan Daftar Pustaka)
Akmal BAB IV-Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (592kB)
[img] Text (Full Teks)
Akmal Fulltexttt.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana awal terjadinya Agresi Militer Belanda II dan Terbentuknya PDRI Di Sumatera Barat, dan dinamika perjuangan masyarakat Nagari Cupak dalam menghadapi Agresi Militer Belanda II yang terjadi antara tahun 1948 hingga 1949, serta menganalisis berbagai faktor yang mendukung pentingnya kontribusi daerah ini dalam perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan Indonesia. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode sejarah yang mencakup tahap heuristik (pengumpulan sumber primer dan sekunder), kritik sumber (penilaian keaslian dan keandalan data), sintesis, dan historiografi.Temuan penelitian menunjukkan bahwa Agresi Militer Belanda II dilakukan Desember 1948-Juli 1949 untuk menekan perjuangan kemerdekaan Indonesia, menyebabkan pendudukan wilayah penting dan penangkapan pemimpin utama. Di Sumatera Barat, Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) berdiri pada 19 Desember 1948 di Bukittinggi sebagai lembaga pemerintahan sementara, mengkoordinasikan perjuangan dan menjaga semangat rakyat dalam memperjuangkan kemerdekaan yang utuh. Perjuangan masyarakat Nagari Cupak melibatkan seluruh komponen masyarakat, bukan hanya pasukan militer. Semua orang terorganisir dalam wadah yang dinamakan Organisasi Perjuangan Rakyat Cupak. Strategi yang diterapkan dalam perlawanan mencakup teknik gerilya dengan taktik yang unik, seperti memanfaatkan lebah untuk menyerang pasukan musuh, serta dukungan logistik yang mencakup penyediaan makanan, obat-obatan, tempat persembunyian, dan pengaturan dapur umum bagi para pengungsi. Puncak kekerasan yang dilakukan oleh Belanda terjadi pada peristiwa yang dikenal sebagai "Cupak Lautan Api" pada tanggal 4 Januari 1949, di mana ratusan bangunan, termasuk rumah-rumah tradisional, surau, dan lumbung padi, dijadikan sasaran pembakaran, disertai dengan pembunuhan massal terhadap warga sipil. Kata Kunci: Agresi Militer Belanda II, PDRI, Nagari Cupak, Perjuangan Masyarakat, Cupak Lautan Api, Sejarah Perjuangan Kemerdekaan

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Agresi Militer Belanda II, PDRI, Nagari Cupak, Perjuangan Masyarakat, Cupak Lautan Api, Sejarah Perjuangan Kemerdekaan
Subjects: Agama Islam > Sejarah Islam
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: Ruang Baca FAH
Date Deposited: 03 Mar 2026 05:05
Last Modified: 28 Jul 2026 02:54
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32364

Actions (login required)

View Item View Item