Abakti, Dinul (2026) Studi Komparatif Pemikiran Humanisme Islam Dalam Gagasan Abdurrahman Wahid Dan Ahmad Syafi'i Ma'arif. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover-Daftar Isi)
Dinul Abakti-2115010028-Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version Download (409kB) |
|
|
Text (BAB I)
Dinul Abakti-2115010028-BAB I.pdf - Published Version Download (278kB) |
|
|
Text (BAB III)
Dinul Abakti-2115010028-BAB III.pdf - Published Version Download (283kB) |
|
|
Text (BAB V-Daftar Pustaka)
Dinul Abakti-2115010028-BAB V-Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (181kB) |
|
|
Text (Fulltext)
Dinul Abakti-2115010028-Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Skripsi ini merupakan suatu kajian ilmiah yang menganalisi pemikiran humanisme Islam dalam gagasan Abdurrahman Wahid dan Ahmad Syafi’i Ma’arif melalui pendekatan studi komparatif. Latar belakang penelitian ini berangkat dari realitas krisis kemanusiaan di Indonesia yang ditandai oleh menguatnya intoleransi, kekerasan atas nama agama, pelanggaran hak asasi manusia, serta melemahnya penghormatan terhadap martabat manusia. Dalam konteks tersebut, pemikiran Islam yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan menjadi sangat relevan untuk dikaji, khususnya melalui gagasan dua tokoh Muslim Indonesia yang berpengaruh, yaitu Abdurrahman Wahid dan Ahmad Syafi’i Ma’arif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep humanisme Islam menurut Abdurrahman Wahid dan Ahmad Syafi’i Ma’arif, serta mengidentifikasi persamaan dan perbedaan pemikiran keduanya dalam merespons persoalan kemanusiaan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), melalui analisis terhadap karya-karya primer dan sekunder kedua tokoh. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Abdurrahman Wahid memaknai humanisme Islam sebagai penghormatan terhadap martabat manusia yang berakar pada nilai-nilai universal Islam, seperti keadilan, kesetaraan, kebebasan, dan penghargaan terhadap pluralitas. Sementara itu, Ahmad Syafi’i Ma’arif menekankan humanisme Islam sebagai aktualisasi nilai-nilai moral Al-Qur’an dalam kehidupan sosial, dengan menitikberatkan pada keadilan sosial, demokrasi, dan pembelaan terhadap kelompok tertindas. Persamaan pemikiran keduanya terletak pada penegasan bahwa Islam harus hadir sebagai kekuatan moral yang membela kemanusiaan tanpa diskriminasi. Adapun perbedaannya tampak pada pendekatan dan penekanan gagasan, di mana Abdurrahman Wahid lebih menonjolkan pendekatan kultural dan pluralisme, sedangkan Ahmad Syafi’i Ma’arif lebih menekankan pendekatan etik dan struktural. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran humanisme Islam Abdurrahman Wahid dan Ahmad Syafi’i Ma’arif memiliki relevansi yang kuat dalam menjawab krisis kemanusiaan di Indonesia, serta dapat dijadikan sebagai kerangka pemikiran dalam membangun kehidupan beragama yang inklusif, adil, dan berkeadaban.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Humanisme Islam, Abdurrahman Wahid, Ahmad Syafi’i Ma’arif, Studi Komparatif |
| Subjects: | Agama Islam > Filsafat dan Perkembangan Islam > Filsafat Islam |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Aqidah dan Filsafat Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 03 Mar 2026 04:32 |
| Last Modified: | 03 Mar 2026 04:32 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32266 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
