Ulhusni, Asma (2026) Tradisi Makan Bajamba. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover-Daftar Isi)
Cover-4.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (602kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (289kB) |
|
|
Text (BAB V-Daftar Pustaka)
BAB V- daftar Pustaka Husni.pdf Download (180kB) |
|
|
Text (FULL TEKS SKRIPSI)
SKRIPSI FULL WATERMARK HUSNI.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini membahas tentang nilai keberkahan dalam tradisi makan bajamba pada masyarakat Sungai Pua dan Kamang Hilia. Tradisi makan bajamba merupakan praktik sosial-keagamaan yang hidup dan berkembang ditengah masyarakat Minangkabau, yang tidak hanya dipahami sebagai kegiatan untuk memenuhi kebutuhan fisik semata, tetapi juga memuat unsur spiritual yang kuat dalam kehidupan masyarakat. Praktik ini diyakini sebagai sarana untuk memperkuat ukhuwah, menumbuhkan rasa kebersamaan, serta menghadirkan nilai keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana nilai keberkahan dipahami, diyakini, dan dirasakan oleh masyarakat melalui tradisi makan bajamba dalam prespektif living hadis. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara terhadap tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat yang terlibat langsung dalam pelaksanaan tradisi makan bajamba. Hasil penelitian ini penulis menujukan bahwa tradisi makan bajamba dipahami masyarakat bukan sekadar sebagai warisan adat, melainkan sebagai praktik keagamaan yang diyakini menghadirkan keberkahan. Nilai keberkahan yang dirasakan tidak hanya diukur dari kecukupan makanan, tetapi juga tercermin dalam ketenangan hati, rasa syukur, keharmonisan sosial, serta terjalinnya silaturahmi antar komunitas masyarakat. Kebersamaan dalam satu wadah, adab makan yang dijaga, serta penyebutan nama Allah SWT menjadi faktor utama yang diyakini menghadirkan keberkahan tersebut. Tradisi ini dipahami sebagai bentuk pengamalan hadis Nabi Muhammad SAW tentang anjuran makan bersama dan menjaga kebersamaan, yang pada akhirnya menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat. penelitian ini menegaskan bahwa keberkahan dalam prespektik living hadis tidak selalu diukur secara material, melainkan melalui dampak spiritual dan sosial yang dirasakan dalam kehidupan masyarakat. Kata Kunci: Keberkahan, Tradisi, Makan Bajamba, Living Hadis
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Keberkahan, Tradisi, Makan Bajamba, Living Hadis |
| Subjects: | U Umum (General) |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Hadis |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 02 Mar 2026 07:16 |
| Last Modified: | 02 Mar 2026 07:16 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32060 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
