"Tafsir" Dukun Perempuan Dalam Pengobatan Tradisi Tetemas Di Tagaraja, Indragiri Hilir

Saputra, Aidil (2026) "Tafsir" Dukun Perempuan Dalam Pengobatan Tradisi Tetemas Di Tagaraja, Indragiri Hilir. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (COVER - DAFTAR ISI)
COVER - DAFTAR ISI AIDIL SAPUTRA_2215050090.pdf - Published Version

Download (818kB)
[img] Text (BAB 1)
BAB 1 AIDIL SAPUTRA_2215050090.pdf - Published Version

Download (414kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III SKRIPSI AIDIL SAPUTRA_2215050090.pdf - Published Version

Download (371kB)
[img] Text (BAB V - DAFTAR PUSTAKA)
BAB V - DAFTAR PUSTAKA AIDIL SAPUTRA_2215050090.pdf - Published Version

Download (337kB)
[img] Text (SKRIPSI FULL TEKS)
SKRIPSI FULL AIDIL SAPUTRA_2215050090.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dominasi maskulin dalam otoritas penafsiran Al-Qur'an, di mana pengalaman perempuan sering kali terabaikan dalam wacana tafsir formal. Namun, dalam praktik pengobatan tradisional Tetemas di Tagaraja, dukun perempuan tampil sebagai subjek aktif yang menafsirkan (Tafsir Lokal) ayat Al-Qur'an melalui pengalaman dan intuisi mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi latar belakang sejarah perkembangan tradisi Tetemas, mengidentifikasi jenis dan tata cara penggunaan ayat Al-Qur’an oleh dukun perempuan, serta menggali bentuk pemahaman dan penafsiran mereka terhadap ayat-ayat tersebut. Penelitian ini diambil dari data lapangan (Field Research) dengan metode kualitatif. Sumber data penelitian terdiri dari informan utama yaitu empat orang dukun perempuan (Siti Aminah, Sridayeni, Kimah, dan Darmalis), pasien, serta tokoh agama. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah: Pertama, sejarah tradisi Tetemas mengalami transformasi dari masa pra-Islam yang bercorak animisme-dinamisme menuju era Islam yang bersifat teologis-sentris. Pada masa modern, tradisi ini tetap eksis dengan mengintegrasikan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai media utama tanpa meninggalkan penggunaan bahan herbal lokal seperti kunyit. Kedua, jenis ayat yang digunakan meliputi ayat poros seperti Al-Fatihah, Ayat Kursi, dan Al-Mu’awwidzatain untuk penyembuhan universal, serta ayat spesifik seperti surah At-Talaq ayat 2 (Ayat Seribu Dinar) dan Ar-Rum ayat 21 untuk kondisi tertentu. Tata cara penggunaannya dilakukan secara sirr (lirih) maupun jahr (keras) yang terkadang dipadukan dengan pantun lokal. Ketiga, penafsiran dukun perempuan terhadap Al-Qur'an bersifat fungsional dan organik-feminin, di mana ayat dimaknai sebagai energi penyembuh (Syifa) yang menyatu dengan sifat kasih sayang (rahim) perempuan. Sebagai implikasi, penelitian ini merekomendasikan kajian lanjutan terhadap respon psikologis klinis pasien, mengingat pengobatan ini terbukti menjadi wasilah spiritual yang memberikan ketenangan batin serta kesembuhan fisik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Living Al-Qur’an, Dukun Perempuan, Pengobatan Tradisional Tetemas, Otoritas Penafsiran.
Subjects: Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 02 Mar 2026 06:52
Last Modified: 02 Mar 2026 06:52
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32043

Actions (login required)

View Item View Item