Oktavia, Utri (2026) Komparasi Pendapat Mazhab Maliki dan Mazhab Syafi'i Terkait Media yang digunakan dalam Bertayamum. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover sampai Daftar Isi)
Utri Oktavia-2213020042-Cover sampai Daftar Isi.pdf - Updated Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
Utri Oktavia-2213020042-BAB I.pdf - Updated Version Download (830kB) |
|
|
Text (BAB III)
Utri Oktavia-2213020042-BAB III.pdf - Updated Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB V)
Utri Oktavia-2213020042-BAB V dan Daftar Pustaka.pdf - Updated Version Download (596kB) |
|
|
Text (Full Texs)
Utri Oktavia-2213020042-Full Texs.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pendapat antara Mazhab Maliki dan Mazhab Syafi’i terkait media yang digunakan dalam bertayamum. Mazhab Maliki berpendapat bahwa bertayamum dengan semua jenis tanah yang berada dipermukaan bumi itu diperbolehkan, sedangkan Mazhab Syafi’i berpendapat bahwa bertayamum haruslah dengan debu yang suci, debu yang dapat menempel. Adapun pertanyaan penelitian dalam skripsi ini: (1) Apa dalil dan metode istinbath yang digunakan oleh Mazhab Maliki dan Mazhab Syafi’i terkait media yang digunakan dalam bertayamum?(2) Apa penyebab perbedaan pendapat antara Mazhab Maliki dan Mazhab Syafi’i terkait media yang digunakan dalam bertayamum?(3) Pendapat mana yang lebih kuat antara Mazhab Maliki dan Mazhab Syafi’i terkait media yang digunakan dalam bertayamum?. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka dengan metode fiqih muqaranah. Hasil penelitian ini adalah 1)Menurut Mazhab Maliki bertayamum dengan permukaan bumi yang tidak berdebu itu diperbolehkan berdasarkan keumuman Qs. Al-Maidah ayat 6 dan didukung Hadis Riwayat Ibnu Majah dan H.R. Abu Hurairah dan metode istinbath yang digunakan adalah metode bayani. Sedangkan Mazhab Syafi’i tidak membolehkan tayamum selain dengan debu yang suci, dalil yang digunakan yaitu Qs. AlMaidah ayat 6 serta Hadis Riwayat Hudzaifah, dan H.R Bukhari dan metode istinbath yang digunakan dalam dalil ini adalah metode bayani. 2)Penyebab perbedaan pendapat antara Mazhab Maliki dan Mazhab Syafi’i adalah perbedaan dalam menafsirkan kata Sha’id dalam Q.S al-Maidah ayat 6, perbedaan dalam memhami dalil mutlak dan muqayyad dan perbedaan dalam memahami hakikat tayamum. 3) Pendapat yang rajih adalah pendapat Mazhab Syafi’i, alasannya Syafi’iyyah berdalil dengan ayat al-Qur’an dan Hadis yang shahih, sedangkan Malikiyyah berdalil dengan ayat al-Qur’an tetapi dengan Hadis yang sanadnya dinilai dha’if, sehingga dalil Syafi’iyyah dinilai lebih kuat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tayamum, Permukaan Bumi, Debu, Tanah |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Fiqih > Fiqih Berbagai Paham, Mazhab |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 03 Mar 2026 02:46 |
| Last Modified: | 03 Mar 2026 02:46 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32038 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
