Batubara, Dhofi Khairani (2026) Pemberian Tuor (mahar) berdasarkan status sosial pengantin perempuan ditinjau dari hukum Islam (Studi kasus di Desa Lumban Dolok Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover Daftar Isi)
DHOFI KHAIRANI BATUBARA_2213010073_Cover - Daftar Isi-1.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
DHOFI KHAIRANI BATUBARA_2213010073_BAB I.pdf - Published Version Download (390kB) |
|
|
Text (BAB III)
DHOFI KHAIRANI BATUBARA_2213010073_BAB III.pdf - Published Version Download (272kB) |
|
|
Text (BAB V Daftar Pustaka)
DHOFI KHAIRANI BATUBARA_2213010073_BAB V - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (246kB) |
|
|
Text (Full Text)
DHOFI KHAIRANI BATUBARA_2213010073_Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebiasaan masyarakat Desa Lumban Dolok dalam menetapkan tuor (mahar) berdasarkan status sosial pengantin perempuan, terutama dalam tingkat pendidikan, sehingga menimbulkan berbagai dampak sosial serta persoalan kesesuaian dengan ketentuan hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang yang menyebabkan masyarakat di Desa Lumban Dolok Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal menetapkan tuor sesuai dengan status sosial pengantin perempuan, serta apa dampak yang ditimbulkan dari tingginya tuor bagi calon pengantin, serta bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap praktik pemberian tuor tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan atau field research dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara langsung dengan tokoh adat, pengantin perempuan, serta orang tua pengantin perempuan dan didukung dengan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian tuor (mahar) berdasarkan status sosial pengantin perempuan dilatarbelakangi oleh kuatnya pengaruh hukum adat yang masih dipertahankan oleh masyarakat. Tuor dipandang sebagai bentuk penghargaan terhadap pendidikan pengantin perempuan atas biaya yang telah dikeluarkan orang tua, sekaligus untuk pembiayaan pesta pernikahan. Tingginya tuor ini berdampak pada tertundanya akad nikah, batalnya perkawinan, bahkan terjadinya kawin lari akibat ketidakmampuan calon pengantin laki-laki memenuhi tuor yang ditetapkan. Ditinjau dari hukum Islam melalui konsep ‘urf, dari segi sifat dan berlakunya termasuk kedalam ‘urf‘amali dan ‘urf khas, namun tidak dapat dikategorikan sebagai ‘urf shahih karena mengandung unsur memberatkan dan tidak terpenuhinya aspek kerelaan, sehingga lebih tepat digolongkan sebagai ‘urf fasid. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat dan tokoh adat agar penetapan tuor lebih berkeadilan, tidak memberatkan, serta sejalan dengan nilai-nilai syariat Islam dalam perkawinan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tuor (Mahar), Status Sosial, Hukum Islam, ‘Urf |
| Subjects: | U Umum (General) Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Hukum Keluarga, Hukum Perkawinan, Hukum Pernikahan Menurut Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 01 Mar 2026 02:58 |
| Last Modified: | 01 Mar 2026 02:58 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31933 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
