Nur, Padilah (2026) Persfektif ijarah terhadap uang tambahan dalam layanan jasa travel (Studi kasus di Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover - Daftar Isi)
PADILAH NUR_2213040057_Cover - Daftar isi-1.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
PADILAH NUR_2213040057_BAB I.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB III)
PADILAH NUR_2213040057_BAB III.pdf - Published Version Download (617kB) |
|
|
Text (BAB V - Daftar Pustaka)
PADILAH NUR_2213040057_BAB V - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (257kB) |
|
|
Text (Full Teks)
PADILAH NUR_2213040057_Full Teks(1).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Penelitian ini berfokus pada mekanisme penetapan uang tambahan dalam layanan jasa travel di Panyabungan yang menimbulkan persoalan ketidak jelasan dan transparansi biaya. Dalam beberapa kasus, uang tambahan tersebut tidak selalu disampaikan secara jelas kepada penumpang sejak awal pemesanan, meskipun pihak travel beralasan bahwa biaya tersebut digunakan untuk kebutuhan operasional dan kondisi tertentu dalam perjalanan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis mekanisme penetapan uang tambahan pada layanan jasa travel antar kota di Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara (2) Menjelaskan faktor yang mempengaruhi mekanisme penetapan uang tambahan dalam layanan jasa travel di Kabupaten Mandailing Natal, provinsi Sumatera Utara (3) Mendeskripsikan persfektif ijarah terhadap mekanisme penetapan uang tambahan dalam layanan jasa travel di Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan dengan metode (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan pemilik jasa travel, kasir, sopir, dan penumpang, serta didukung oleh observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Mekanisme uang tambahan dalam layanan jasa travel di Panyabungan diberlakukan di luar harga tiket utama dengan nominal yang bervariasi dan umumnya berkaitan dengan kondisi operasional, seperti jarak tempuh, kondisi jalan, dan situasi tertentu dalam perjalanan. 2) Faktor yang mempengaruhi penetapan uang tambahan meliputi biaya operasional layanan tambahan, permintaan layanan tambahan, kurangnya transparansi informasi, dan lemahnya posisi tawar penumpang. 3) Dalam persfektif ijarah, mekanisme tersebut dapat dikategorikan sebagai akad ijarah fasid.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ijarah, Uang Tambahan, Jasa Travel |
| Subjects: | U Umum (General) Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Mu'amalah |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syari'ah |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 01 Mar 2026 02:46 |
| Last Modified: | 01 Mar 2026 02:46 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31929 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
