Sitompul, Siti Nurfatimah (2026) Sejarah Muhammadiyah Sibolga 1930-1988. Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover)
Siti Nurfatimah Sitompul_2420060007_PASCA _Cover Dll.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (Bab 1)
Siti Nurfatimah Sitompul_2420060007_PASCA _BAB I.pdf - Published Version Download (751kB) |
|
|
Text (Bab 3)
Siti Nurfatimah Sitompul_2420060007_PASCA _BAB III.pdf - Published Version Download (243kB) |
|
|
Text (Bab v-dapus)
Siti Nurfatimah Sitompul_2420060007_PASCA _BAB V dan Daftar Pustaka (1).pdf - Published Version Download (329kB) |
|
|
Text (fulltext)
Siti Nurfatimah Sitompul_2420060007_PASCA _Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Permasalahan dalam penelitian ini Sibolga adalah daerah dengan penduduk heterogen pada masa kolonial lawan Muhammadiyah di Sibolga ini sangat banyak yaitu membendung upaya kristenisasi, memurnikan ajaran Islam dari tradisi-tradisi adat Parmalim, juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap Islam yang sudah diruntuhkan oleh Sarekat Islam . Dalam mengkaji tesis ini penulis menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat langkah yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, dibantu dengan adanya penggunaan teori gerakan sosial dibantu dengan pendekatan-pendekatan sejarah sosial. Maka didapatkanlah Muhammadiyah berdiri di Sibolga pada 1930 setelah berhasil diadakan kongres ke 30 Muhammadiyah di Bukittinggi. Begitu banyak tantangan yang dihadapi oleh umat Islam pada masa kolonial Belanda saat itu, Belanda sangat takut Islam berkembang pesat dengan segala tipu daya mereka usahakan supaya mereka diterima sedangkan Islam di musuhi. Sebelum Muhammadiyah berkembang Sarekat Islam sudah berkembang lebih dahulu di Sibolga sangat disayangkan hal itu tidak berlangsung lama karena karena Sarekat Islam menentang Kolonial. Muhammadiyah memposisikan diri ditengah-tengah ketika keadaan ini terjadi. Muhammadiyah tidak ikut dalam politik tidak mengajak masyarakat untuk melawan kolonial atau melakukan gerakan-gerakan yang dapat mengancam dan menghadirkan perpecahan. Hal inilah yang membuat Belanda tidak melarang kegaiatan Muhammadiyah pada saat itu. Sampai saat ini Muhammadiyah di Sibolga tetap eksis karena mereka fokus untuk memajukan masyarakat Sibolga, Muhammadiyah Sibolga juga bekerjasama dengan pemerintah untuk mencapai hal ini.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Sejarah Islam |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam |
| Depositing User: | Pusat Riset Pascasarjana |
| Date Deposited: | 16 Mar 2026 03:29 |
| Last Modified: | 16 Mar 2026 03:29 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31840 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
