Mulianti, Azizah Suci (2026) Tradisi Maanggun-Anggun Di Nagari Mungo: Kontruksi Living Qur`An Melalui Simbolisme Dalam Pembagian Warisan. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover)
Azizah Suci Mulianti (2215050005)cover-daftar isi.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB I.pdf - Published Version Download (339kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (247kB) |
|
|
Text (BAB V dan Daftar Pustaka)
BAB V dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (190kB) |
|
|
Text (fulltext)
Azizah Suci Mulianti (2215050005) full teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (653kB) | Request a copy |
Abstract
Praktik pembagian warisan di masyarakat lebih banyak menggunakan sistem adat daripada hukum Islam yang sudah jelas dalam Al-Qur'an. Penelitian ini mengkaji Tradisi Maanggun-anggun sebagai model yang berhasil memadukan hukum waris Islam dengan adat melalui simbolisme benda peninggalan dalam ritual di Nagari Mungo, Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan proses pelaksanaan tradisi maanggun-anggun sebagai medium pembagian warisan, mengungkapkan apa makna simbolik di balik pembagian alat-alat pencarian nafkah almarhum dalam tradisi maanggun-anggun, dan menjelaskan bagaimana masyarakat Nagari Mungo memaknai integrasi antara pembacaan ayat-ayat waris pada tradisi Maanggun-anggun. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research ) yang menggunakan metode deskriptif kualitataif dengan pendekatan fenomenologi. Adapun sumber data penelitian ini adalah informan yang terdiri daritokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat yang pernah melakukan tradisi maanggun-anggun. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dan analisis data menggunakan model analisis data interaktif Milles dan Huberman berdasrkan teori tradisi paska kematian, teori interpretatif simbolik Cliffort Geertz, dan teori resepsi Ahmad Rafiq. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tradisi ini berfungsi sebagai mekanisme sosial-budaya untuk menjaga dan mentransformasikan hubungan kekeluargaan setelah kematian pasangan, dengan fokus pada kelanjutan tanggung jawab bersama terutama dalam pengasuhan anak melalui proses musyawarah dan pertukaran simbol. Penggunaan simbol-simbol seperti kapak buruak dan baju sapatogak menjadi sarana komunikasi budaya yang efektif untuk menyatakan berakhirnya peran sosial-ekonomi almarhum/ah, memberikan closure psikologis, dan menandai transisi status bagi pihak yang ditinggalkan. Dan Maanggun-anggun berperan sebagai jembatan yang mengoperasionalkan prinsip-prinsip Al-Qur'an dan ketentuan fikih waris ke dalam praktik sosial nyata, menunjukkan bagaimana kearifan lokal dapat menerjemahkan syariat secara adaptif tanpa mengorbankan keadilan substansial maupun harmoni komunitas.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Maanggun-Anggun, Living Qur`An . Simbolisme, Pembagian Warisan |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 16 Mar 2026 01:43 |
| Last Modified: | 16 Mar 2026 01:43 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31738 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
