Gusnifar, Gusnifar (2026) Nalar Hukum Pembagian Harta Warisan Pusaka Rendah Dalam Masyarakat Adat Kinali. Doctoral thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER-DAFTAR ISI)
Gusnifar_2220100005_Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
Gusnifar_2220100005_BAB I.pdf - Published Version Download (843kB) |
|
|
Text (BAB III)
Gusnifar_2220100005_BAB III.pdf - Published Version Download (508kB) |
|
|
Text (BAB VI Dan Daftar Pustaka)
Gusnifar_2220100005_BAB VI.pdf - Published Version Download (911kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
Gusnifar_2220100005_ FULL TEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini mengangkat masalah mengenai pembagian harta pusako rendah dalam masyarakat adat Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, yang secara normatif seharusnya mengikuti ketentuan hukum Islam (faraid), namun dalam praktiknya, pembagian harta pusako rendah ini justru mengikuti sistem pewarisan adat Minangkabau yang bersifat matrilineal. Hal ini menimbulkan ketegangan antara praktik hukum adat dan hukum syariat Islam, yang membedakan pembagian harta warisan berdasarkan garis keturunan laki-laki dan perempuan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menggali nalar hukum di balik penerapan sistem pewarisan tersebut, serta untuk memahami bagaimana praktik dan argumentasi masyarakat Kinali dalam mempertahankan budaya pewarisan mereka. Pertanyaan penelitian yang diajukan dalam studi ini adalah: pertama, bentuk struktur adat pada masyarakat Kinali yang memengaruhi pembagian harta pusaka rendah tersebut Kedua, bagaimana praktik pembagian harta pusaka rendah pada masyarakat adat Kinali dilaksanakan Ketiga, bagaimana masyarakat adat Kinali membangun dan mempertahankan nalar hukum mereka dalam menerapkan pola pembagian pusaka rendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research), yang dilaksanakan di Nagari Kinali, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan aktor-aktor kunci dalam struktur adat dan masyarakat. Analisis data terdiri dari empat tahap: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Hasil penelitian ini menemukan tiga hal utama terkait pembagian harta pusaka rendah di masyarakat adat Kinali. Pertama, struktur adat Kinali mengutamakan sistem kekerabatan matrilineal, di mana kepemimpinan adat berada di tangan mamak kepala waris, dengan Majo Sadeo sebagai pemangku adat tertinggi. Kedua, dalam pembagian harta pusaka rendah pada masyarakat adat Kinali, pembagian dilakukan dengan mengutamakan perempuan sebagai penerima utama, meskipun keputusan melibatkan laki-laki dalam kaum untuk menjaga keseimbangan. Ketiga, nalar hukum pembagian pusako randah di Kinali berakar pada adat turun-temurun yang mengutamakan peran perempuan dan menekankan kemanfaatan serta keharmonisan keluarga. Pembagian dilakukan melalui musyawarah dan nilai komunal untuk menjaga marwah dan mencegah konflik, sehingga pusako randah berfungsi sebagai mekanisme sosial yang menjaga stabilitas dan kesinambungan ada.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Nalar Hukum; Waris; Pusako Rendah |
| Subjects: | D History General and Old World > D History (General) |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Doktor > Hukum Islam |
| Depositing User: | Pusat Riset Pascasarjana |
| Date Deposited: | 27 Feb 2026 06:38 |
| Last Modified: | 27 Feb 2026 06:38 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31734 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
