Hidayat, Febrian (2026) Tinjauan Maqāṣid al-Syarī‘ah Terhadap Hak-Hak Nafkah Pasca Cerai Gugat (Studi Analisis Putusan Pengadilan Agama Padang Nomor 02/Pdt.G/2025/PA.Pdg). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover-Daftar Isi)
Cover-daftar isi final dan watermark.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text (BAB I)
bab 1 final dan watermark.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB III)
bab 3 final dan watermark.pdf - Published Version Download (706kB) |
|
|
Text (BAB V dan DAFTAR PUSTAKA)
bab 5 watermark dan daftar pustaka.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (Full Text)
Skripsi full final Febrian Hidayat.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
Abstract
Skripsi ini berjudul “Tinjauan Maqāṣid al-Syarī‘ah Terhadap Hak-Hak Nafkah Pasca Cerai Gugat (Studi Analisis Putusan Pengadilan Agama Padang Nomor 02/Pdt.G/2025/PA” disusun oleh Febrian Hidayat NIM 2213010001 Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Fakultas Syariah UIN Imam Bonjol Padang. Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya Perceraian dalam praktik peradilan agama tidak hanya berimplikasi pada putusnya ikatan perkawinan, tetapi juga menimbulkan akibat hukum berupa hak dan kewajiban para pihak, khususnya terkait pemenuhan hak-hak istri dan anak pasca perceraian. Dalam cerai gugat, perlindungan terhadap hak nafkah istri dan anak sering kali belum terlaksana secara optimal, meskipun telah terdapat pedoman yuridis melalui Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 2 Tahun 2019 yang memberikan kewenangan ex officio kepada hakim untuk menetapkan hak-hak tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Pengadilan Agama Padang Nomor 2/Pdt.G/2025/PA.Pdg dan meninjaunya dari perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif dan bersifat yuridis normatif. Sumber data primer berasal dari putusan Pengadilan Agama Padang Nomor 2/Pdt.G/2025/PA.Pdg, sedangkan data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, Kompilasi Hukum Islam, Surat Edaran Mahkamah Agung, serta literatur dan karya ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) dengan menggunakan pola pikir deduktif dan induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam putusan tersebut masih bersifat formalistik dan belum sepenuhnya mengoptimalkan kewenangan ex officio sebagaimana diamanatkan dalam SEMA Nomor 2 Tahun 2019, karena tidak memuat amar mengenai pemenuhan hak nafkah istri dan anak pasca perceraian. Ditinjau dari perspektif maqāṣid al-syarī‘ah, putusan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan tujuan syariat, khususnya dalam aspek perlindungan jiwa (ḥifẓ al-nafs), dan harta (ḥifẓ al-māl), sehingga diperlukan penerapan maqāṣid al-syarī‘ah secara menyeluruh untuk mewujudkan keadilan, kemaslahatan, dan perlindungan hukum bagi istri dan anak pasca perceraian.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Cerai Gugat, Pertimbangan Hukum Hakim, Maqāṣid al-Syarī‘ah |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 27 Feb 2026 05:02 |
| Last Modified: | 27 Feb 2026 05:02 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31703 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
