Pengaruh Inklusi Keuangan Syariah Terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Indonesia

Alfian, Annisa Maulidia (2026) Pengaruh Inklusi Keuangan Syariah Terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Indonesia. Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover - Daftar Isi)
Cover - Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (397kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (576kB)
[img] Text (BAB V - Daftar Pustaka)
Bab V - Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (611kB)
[img] Text (Full Text)
Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat inklusi keuangan syariah di Indonesia serta menganalisis pengaruhnya terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan rentang waktu pengamatan selama periode 2020-2024. Inklusi keuangan syariah diukur menggunakan metode Indeks Inklusi Keuangan (IIK) yang dikembangkan oleh Sarma (2012), yang mencakup tiga dimensi utama, yaitu aksesibilitas, ketersediaan, dan penggunaan. Data dalam penelitian ini diperoleh dari publikasi resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Untuk menguji hubungan kausal antara Indeks Inklusi Keuangan Syariah (IIKS) dan IPM, penelitian ini menerapkan metode Regression Discontinuity Design (RDD) dengan titik ambang tertentu pada indeks IIKS untuk membedakan wilayah berinklusi tinggi dan rendah menuju sedang. Hasil pengukuran indeks menunjukkan bahwa inklusi keuangan syariah di Indonesia masih tergolong rendah dengan disparitas yang lebar antarprovinsi. Seluruh provinsi berada pada kategori rendah, kecuali Aceh yang berada pada kategori tinggi dengan rata-rata 0,719 dan DKI Jakarta pada kategori sedang dengan rata-rata 0,548. Adapun temuan RDD, IIKS dan IPM mengkonfirmasi arah hubungan bernilai negatif sebesar -4,1893, tapi tidak terdapat diskontinuitas yang signifikan pada nilai IPM di sekitar titik potong IIKS. Dengan demikian, IIKS tidak terbukti memberikan pengaruh kausal yang signifikan terhadap IPM selama periode penelitian. Ketidaksignifikanan ini mengindikasikan bahwa penguatan inklusi keuangan syariah belum sepenuhnya terkonversi menjadi peningkatan pada dimensi pembangunan manusia, seperti kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Temuan ini memberikan implikasi bagi pembuat kebijakan untuk memperluas akses, meningkatkan kualitas layanan, meningkatkan penggunaan, serta memperkuat digitalisasi dan literasi keuangan syariah secara merata ke seluruh wilayah agar inklusi keuangan syariah dapat berdampak lebih nyata terhadap pembangunan manusia.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Inklusi Keuangan Syariah, Indeks Pembangunan Manusia, Regression Discontinuity Design
Subjects: Tajuk Subjek > Agama Islam > Sosial dan Budaya Islam > Ekonomi Islam
Divisions: Program Pascasarjana > Program Magister > Ekonomi Syari'ah
Depositing User: Pusat Riset Pascasarjana
Date Deposited: 25 Feb 2026 01:02
Last Modified: 25 Feb 2026 01:02
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31456

Actions (login required)

View Item View Item