Putra, Azka Zahid (2026) Analisis Hadis Kafīl Al-Yatīm Perspektif Isnād Cum Matan. Masters thesis, Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover-Daftar Isis Azka Zahid Putra NIM 2420070005)
Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version Download (968kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (305kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB III.pdf - Published Version Download (280kB) |
|
|
Text (BAB V-Daftar Pustaka)
BAB V-Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (291kB) |
|
|
Text (Full Teks)
Full Teks Tesis Azka Zahid Putra NIM 2420070005.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini berangkat dari perdebatan akademik antara ulama hadis klasik dan orientalis terkait klaim bahwa hadis hanyalah konstruksi ulama (tale) generasi akhir abad pertama dan awal abad kedua Hijriah. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri kesejarahan transmisi hadis Kāfil al-Yatīm melalui analisis antara sanad dan matan, serta menguji sejauh mana metode Isnād Cum Matan mampu merekonstruksi asal-usul hadis tersebut secara historis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research), dengan sumber data utama berupa hadis-hadis Kāfil al-Yatīm yang tersebar dalam Kutub al-Tis’ah dan kitab hadis lainnya. Kemudian hadis-hadis yang ditemui dianalisis dengan metode Isnād Cum Matan. Hasil penelitian di antaranya; Pertama, hadis-hadis Kāfil al-Yatīm terdokumentasi di berbagai kitab canonic; Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, Ṣaḥīḥ Muslim, Sunan al-Tirmiżī, Sunan Abū Dāwūd, serta kitab pra-canonic seperti Musnad Aḥmad ibn Ḥanbal, al-Muwaṭṭaʾ Imām Mālik, Musnad Isḥāq ibn Rāhawayh, Musnad al-Ḥumaydīdan kitab post canonic seperti Ṣaḥīḥ Ibn Ḥibbān, al-Sunan al-Kubrā al-Bayhaqī, al-Mu’jam al-Kabīr al-Ṭabarānī, , dan al-Istidẕkār Ibn ‘Abd al-Barr. Kedua, melalui pemetaan bundle isnād gabungan dan verifikasi common link, hadis Kāfil al-Yatīm dapat ditelusuri hingga tingkat sahabat, yakni Sahl ibn Sa’d (w. 88 H) yang berperan sebagai titik kesejarahan utama dalam transmisi hadis-hadis tersebut. Ketiga, analisis korelasi antara variasi sanad dan matan memperlihatkan adanya substansi makna yang konsisten pada seluruh jalur periwayatan, meskipun terdapat perbedaan penggunaan term (lafaz). Keempat, Penerapan teori Isnād Cum Matan Harald Motzki pada hadis Kāfil al-Yatīm menetapkan Sahl ibn Saʿīd (w. 88 H) sebagai real common link dalam jaringan periwayatan. Seluruh varian hadis dapat direkonstruksi dan ditelusuri melalui murid-muridnya, terutama Salamah ibn Dīnār (w. 140 H) dan ʿAbd al-ʿAzīz (w. 182 H), sebagai jalur transmisi tertua. Jalur Sofwān ibn Sulaym hanya berfungsi sebagai seeming link. Terakhir, hadis-hadis Kāfil al-Yatīm telah beredar secara relatif luas pada paruh pertama abad pertama Hijriah dan memiliki akar transmisi kuat sejak masa sahabat. Dengan menganalisis hadis Kāfil al-Yatīm menggunakan metode Isnād Cum Matan, membuktikan bahwa metode ini efektif dalam mengungkap kesejarahan hadis-hadis Kāfil al-Yatīm serta menafikan anggapan bahwa hadis merupakan hasil rekayasa periwayatan generasi tabi’īn dan atba’ al-tabi’īn.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Isnād Cum Matan, Common Link, Orientalis. |
| Subjects: | Agama Islam > Hadis dan Ilmu Berkaitan Agama Islam > Hadis dan Ilmu Berkaitan > Kritik Terhadap Hadits Agama Islam > Hadis dan Ilmu Berkaitan > Sejarah Pengumpulan, Penulisan dan Pembukuan Hadits |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Magister > Ilmu Hadits |
| Depositing User: | Pusat Riset Pascasarjana |
| Date Deposited: | 27 Feb 2026 02:28 |
| Last Modified: | 27 Feb 2026 02:28 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31430 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
