Ahady, Abdurrahman (2026) Perception Engineering dalam Al-Qur'an: Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce pada Kisah Nabi Mūsā. Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover dll)
ABDURRAHMAN AHADY_2420080038_ Tesis Cover sampai Daftar Isi.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
ABDURRAHMAN AHADY_2420080038_ Tesis BAB I.pdf - Published Version Download (369kB) |
|
|
Text (BAB III)
ABDURRAHMAN AHADY_2420080038_ Tesis BAB III.pdf - Published Version Download (282kB) |
|
|
Text (BAB V sampai Daftar Kepustakaan)
ABDURRAHMAN AHADY_2420080038_ Tesis BAB V sampai Daftar Kepustakaan.pdf Download (328kB) |
|
|
Text (fulltext)
ABDURRAHMAN AHADY_2420080038_ Tesis FULL TEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Tesis ini dilatarbelakangi oleh perkembangan era digital yang memperkuat praktik pengendalian dan rekayasa persepsi publik. Al-Qur’an telah merekam pertarungan wacana dan strategi komunikasi serupa, di mana narasi kisah Nabi Mūsā dan Firʻaun menunjukkan pola yang sarat akan strategi perception engineering (rekayasa persepsi). Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam bagaimana dinamika tersebut termanifestasi dalam konfrontasi diskursif kedua aktor dalam mengonstruksi serta mendekonstruksi otoritas. Metode penelitian yang diterapkan berjenis kualitatif dengan basis studi pustaka (library research) yang bersifat deskriptif-analitis. Pendekatan penelitian menggunakan semiotika Charles Sanders Peirce yang menekankan hubungan triadik antara representamen, object, dan interpretant untuk membedah ayat-ayat kisah yang merekam dialog serta konfrontasi antara Nabi Mūsā dan Firʻaun dalam beberapa surat di Al-Qur’an. Temuan riset menunjukkan bahwa Firʻaun secara sistematis menjalankan berbagai strategi manipulatif untuk mempertahankan hegemoninya, mencakup teknik framing untuk memonopoli kebenaran, priming untuk mengondisikan psikologi massa, anchoring guna menambatkan opini pada dogma lama, serta demonization untuk mendelegitimasi lawan dan manufacturing consent melalui pengerahan massa. Sebaliknya, Nabi Mūsā menerapkan strategi counter perception yang efektif dengan menghadirkan tanda-tanda autentik yang merujuk pada realitas absolut, sehingga berhasil meruntuhkan ilusi narasi otoritas. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa narasi Al-Qur’an merupakan model komunikasi profetik yang menyediakan kerangka literasi kritis dalam menghadapi simulakra kekuasaan. Riset ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan studi tafsir dan ilmu komunikasi melalui pembuktian kecanggihan pola komunikasi dalam iʻjāz al-Qur’ān.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perception Engineering, Al-Qur’an, Semiotika Peirce, Nabi Mūsā, Firʻaun. |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Cerita dan Kisah dari Al-Qur'an |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Magister > Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir |
| Depositing User: | Pusat Riset Pascasarjana |
| Date Deposited: | 24 Feb 2026 01:27 |
| Last Modified: | 24 Feb 2026 01:27 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31412 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
