Dhita Nasution, S.V (2025) Komunikasi Antarbudaya dalam Masyarakat Multikultur di Kejorongan Simpang Ampek Lintang Selatan Kabupaten Pasaman Barat. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
This is the latest version of this item.
|
Text (Cover-daftar lampiran)
cover-lampiran_pdf.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (349kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (330kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version Download (243kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
full text_pdf.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas masyarakat Indonesia yang multikultural, salah satunya tercermin pada kehidupan masyarakat di Kejorongan Simpang Ampek Lintang Selatan, Kabupaten Pasaman Barat, yang terdiri dari etnis Minang, Mandailing, dan Jawa. Keberagaman budaya tersebut memunculkan dinamika komunikasi antarbudaya, baik secara verbal maupun nonverbal, yang apabila tidak dipahami dapat menimbulkan miskomunikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) bagaimana proses komunikasi verbal, 2) bagaimana proses komunikasi nonverbal, dan 3) bagaimana persepsi masyarakat dalam komunikasi antarbudaya di lingkungan multikultural tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian dipilih secara purposive dari masing-masing etnis yang tinggal di Kejorongan Simpang Ampek Lintang Selatan. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta dikaitkan dengan teori komunikasi antarbudaya, khususnya teori Speech Codes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) proses komunikasi verbal berlangsung melalui penyesuaian bahasa, penggunaan kode sapaan khas tiap etnis, serta bentuk komunikasi primer dan sekunder; 2) proses komunikasi nonverbal terlihat pada ekspresi wajah, gerak tubuh, intonasi suara, penampilan, serta pengaturan jarak fisik (proksemik) yang menyesuaikan norma budaya masing-masing; dan 3) persepsi dalam komunikasi antarbudaya mencakup persepsi terhadap lingkungan serta sosial, dimana masyarakat cenderung memandang keragaman sebagai sesuatu yang perlu disikapi dengan toleransi, penyesuaian sikap, dan penghormatan terhadap perbedaan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | komunikasi antarbudaya, komunikasi verbal, komunikasi nonverbal, persepsi, masyarakat multikultural. |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Ilmu Sosial > Komunikasi |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FDIK |
| Date Deposited: | 07 Sep 2025 11:29 |
| Last Modified: | 07 Sep 2025 11:29 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/30590 |
Available Versions of this Item
-
Komunikasi Antarbudaya dalam Masyarakat Multikultur di Kejorongan Simpang Ampek Lintang Selatan Kabupaten Pasaman Barat. (deposited UNSPECIFIED)
- Komunikasi Antarbudaya dalam Masyarakat Multikultur di Kejorongan Simpang Ampek Lintang Selatan Kabupaten Pasaman Barat. (deposited 07 Sep 2025 11:29) [Currently Displayed]
Actions (login required)
![]() |
View Item |
