PATOLOGI SOSIAL KAUM YANG DIBINASAKAN: STUDI SEMIOTIKA PADA KISAH KAUM NABI LŪṬ A.S

Imamul Muttaqin, Imamul Muttaqin (2025) PATOLOGI SOSIAL KAUM YANG DIBINASAKAN: STUDI SEMIOTIKA PADA KISAH KAUM NABI LŪṬ A.S. Masters thesis, UIN IMAM BONJOL PADANG.

[img] Text (BAB I)
BAB I WM.pdf

Download (2MB)
[img] Text (BAB III)
BAB III WM.pdf

Download (2MB)
[img] Text (BAB V dan Daftar Pustaka)
BAB V WM.pdf

Download (1MB)
[img] Text (Full Text)
FULL TEXT WM.pdf

Download (5MB)
[img] Text (Cover-Daftar Isi)
COVER DAFTAR ISI.pdf

Download (1MB)

Abstract

Tesis ini berjudul “Patologi Sosial Kaum yang Dibinasakan: Studi Semiotika pada Kisah Kaum Nabi Lūṭ”, ditulis oleh Imamul Muttaqin NIM 2120080012 Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang 2025/1446 H. Penelitian ini berangkat dari fenomena kisah kaum Nabi Lūṭ dalam al- Qur’an yang menggambarkan perilaku menyimpang, khususnya homoseksualitas, yang berujung pada kebinasaan peradaban mereka. Secara tematik, kisah tersebut tersebar dalam delapan surat dengan ragam plot naratif yang memuat dialog langsung, narasi tidak langsung, serta penegasan norma. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bentuk patologi sosial yang ditampilkan dalam kisah tersebut, menemukan faktor penyebabnya, serta mengkaji relevansinya terhadap fenomena sosial era modern, khususnya maraknya perilaku menyimpang di tengah masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research), berbasis analisis isi (content analysis) terhadap ayat-ayat kisah Nabi Lūṭ. Kerangka teoritis yang digunakan adalah semiotika triadik Charles Sanders Peirce yang membagi tanda menjadi representament, object, dan interpretant, dilengkapi kategori qualisign, sinsign, dan legisign untuk mengidentifikasi tanda norma dan penyimpangan perilaku. Data primer penelitian berupa ayat-ayat al-Qur’an yang memuat kisah kaum Nabi Lūṭ, sedangkan data sekunder berasal dari kitab-kitab tafsir, literatur ulum al-Qur’an, serta kajian sosiologi dan patologi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa patologi sosial kaum Nabi Lūṭ meliputi perilaku seksual menyimpang (fahisyah), penolakan terhadap dakwah, dan pembalikan nilai moral. Faktor penyebabnya meliputi pembiaran perilaku amoral secara kolektif, normalisasi penyimpangan dalam budaya setempat, dan penolakan otoritas moral nabi. Analisis relevansi menunjukkan bahwa fenomena serupa dapat ditemukan di era modern, di mana perilaku menyimpang seringkali dilembagakan melalui media, komunitas virtual, dan pembenaran ideologis. Kisah ini, jika dianalisis secara semiotik, memberikan peringatan universal tentang bahaya patologi sosial yang berulang lintas zaman dan menegaskan pentingnya upaya pencegahan berbasis nilai-nilai al-Qur’an.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an
Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Ilmu Tafsir
Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Cerita dan Kisah dari Al-Qur'an
Divisions: Program Pascasarjana > Program Magister > Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Depositing User: Pusat Riset Pascasarjana
Date Deposited: 09 Sep 2025 02:52
Last Modified: 09 Sep 2025 02:52
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/30404

Actions (login required)

View Item View Item