Konsep Kebahagiaan Menurut Al-Ghazali dan Marcus Aurelius (Studi Komparatif)

Hati Siregar, Anijar Permata (2025) Konsep Kebahagiaan Menurut Al-Ghazali dan Marcus Aurelius (Studi Komparatif). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (cover)
Anijar Permata Hati NIM 2115010059 cover-daftar isi (2).pdf - Published Version

Download (875kB)
[img] Text (BAB 1)
Anijar Permata Hati 2115010059 BAB 1..pdf - Published Version

Download (638kB)
[img] Text (BAB 3)
Anijar Permata Hati 2115010059 BAB 3.pdf - Published Version

Download (190kB)
[img] Text (BAB 5)
Anijar Permata Hati 2115010059 BAB 5.pdf - Published Version

Download (482kB)
[img] Text (FULL)
Anijar Permata Hati 2115010059 Full.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Kebahagiaan adalah tujuan utama manusia yang telah dibahas sejak zaman kuno, namun dipahami secara beragam sesuai latar budaya dan keyakinan. Di tengah tekanan hidup modern, pencarian makna kebahagiaan menjadi semakin penting. Karena itu, penelitian ini mengkaji pemikiran Al-Ghazali dan Marcus Aurelius dari dua tradisi yang berbeda untuk memahami konsep kebahagiaan secara lebih mendalam. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana konsep kebahagiaan menurut Al-Ghazali dan Marcus Aurelius?, bagaimana persamaan dan perbedaan kebahagiaan menurut Al-Ghazali dan Marcus Aurelius?, serta bagaimana relevansi konsep kebahagiaan dari kedua tokoh tersebut pada masa modern? Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menjelaskan konsep kebahagiaan menurut Al-Ghazali dan Marcus Aurelius; (2) untuk mengetahui persamaan dan perbedaan kebahagiaan menurut Al-Ghazali dan Marcus Aurelius; dan (3) untuk mengetahui relevansi konsep kebahagiaan dari kedua tokoh tersebut terhadap kehidupan modern. Penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Metode yang digunakan mencakup kajian terhadap sumber primer berasal dari karya-karya Al-Ghazali dan Marcus Aurelius, serta literatur sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, dan artikel terkait. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif untuk membandingkan pemikiran keduanya secara objektif dan mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Ghazali, memandang kebahagiaan sebagai kondisi spiritual yang hanya bisa dicapai melalui ma’rifatullah (pengenalan kepada Allah), pengendalian hawa nafsu, dan penyucian jiwa dari sifat tercela. Bagi Al-Ghazali, kebahagiaan sejati adalah kebahagiaan ukhrawi yang bersumber dari hati yang bersih dan jiwa yang tenang. Sementara itu, Marcus Aurelius, memandang kebahagiaan sebagai hasil dari hidup selaras dengan akal dan hukum alam. Ia menekankan pentingnya pengendalian diri, penerimaan takdir, dan praktik kebajikan. Bagi Marcus, kebahagiaan berasal dari respon batin dan rasional terhadap kehidupan, bukan dari faktor eksternal. Meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda, kedua tokoh ini memiliki titik temu dalam hal esensi kebahagiaan: yakni bahwa kebahagiaan bukanlah kenikmatan duniawi semata, melainkan kondisi batiniah yang terwujud dari kedamaian, kebijaksanaan, dan ketenangan jiwa. Pemikiran mereka tetap relevan bagi manusia masa kini yang tengah mencari kedalaman makna dan kebahagiaan sejati di tengah hiruk-pikuk dunia modern.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kebahagiaan, Al-Ghazali, Marcus Aurelius, Tasawuf, Stoisisme, Filsafat Perbandingan.
Subjects: Tajuk Subjek > Agama Islam > Akhlak > Tasawuf
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Aqidah dan Filsafat Islam
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 12 Nov 2025 06:32
Last Modified: 12 Nov 2025 06:32
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/30152

Actions (login required)

View Item View Item