Aulia, Aisyah (2025) Hak Perempuan Pasca Cerai Gugat Yang Verstek di Pengadilan Agama Batusangkar (Studi Putusan Pengadilan Agama Batusangkar Tahun 2024). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover Aisyah Aulia)
cover -daftar tabel asyah.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (Bab 1 Aisyah Aulia)
bab 1 aisyah.pdf - Published Version Download (576kB) |
|
|
Text (Bab 3 Aisyah Aulia)
bab 3 aisyah.pdf - Published Version Download (681kB) |
|
|
Text (Bab 5 Aisyah Aulia)
bab 5 - dapus asyah.pdf - Published Version Download (555kB) |
|
|
Text (Full bab Aisyah Aulia)
FULL COVER AISYAH TERBARU 3 fc lb.... (1)-1.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Perceraian secara verstek dalam perkara cerai gugat seringkali menimbulkan persoalan terkait pemenuhan hak-hak perempuan pasca perceraian, seperti nafkah iddah, mut’ah, dan hak asuh anak.DiPengadilan Agama Batusangkar,penting untuk dianalisis bagaimana putusan verstek mampu memberikan perlindungan hukum terhadap hak-hak tersebut.Tujuan penelitian ini 1. Untuk Mengetahui Pertimbangan hakim dalam cerai gugat verstek di Pengadilan Agama Batusangkar, 2. Untuk meganalisis Putusan hakim di Pengadilan Agama Batusangkar dalam perkara cerai gugat vertek yang mengakibatkan hilangnya hak-hak perempuan pasca perceraian. Penelitian ini merupakan penelitian Normatif, data sekunder dalam penelitian ini diambil di Putusan PA Batusangkar direktori putusan Mahkamah Agung Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1. Penelitian ini menganalisis hak perempuan pasca cerai gugat yang diputus secara verstek di Pengadilan Agama Batusangkar. Berdasarkan lima putusan tahun 2024, mayoritas gugatan diajukan karena suami tidak memberi nafkah, melakukan kekerasan, perselingkuhan, atau meninggalkan rumah. Penggugat umumnya menuntut hak asuh anak dan nafkah iddah. Meskipun diputus secara verstek, hakim tetap mempertimbangkan perlindungan terhadap hak-hak perempuan sesuai hukum Islam dan peraturan yang berlaku. 2. Penelitian ini menelaah perlindungan hak-hak perempuan pasca cerai gugat verstek di Pengadilan Agama Batusangkar. Dari lima putusan yang dianalisis, hanya satu yang secara eksplisit mencantumkan nafkah mut’ah,madhiyah, dan iddah dalam amar putusan.Sisanya tidak memuat ketentuan teknis,meskipun istri tidak dinyatakan nusyuz. Hal ini menunjukkan masih lemahnya perlindungan hukum operasional bagi perempuan, karena hak-hak tersebut seringkali hanya diakui secara normatif tanpa kepastian pelaksanaan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hak Perempuan; Verstek; Cerai Gugat |
| Subjects: | Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Perceraian Menurut Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 02 Jun 2026 02:32 |
| Last Modified: | 27 Jul 2026 03:24 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/29661 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
