Fitrian, Zerlina Afides (2025) Kontribusi Murtadha Muthahhari dan Nurchilish Madjid Tentang Konsep Kematian Perspektif Tasawuf. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover - Daftar Isi)
COVER-DAFTAR ISI.pdf - Published Version Download (711kB) |
|
|
Text (Bab 1)
Zerlina Afides Fitrian-2115010063-BAB I.pdf - Published Version Download (551kB) |
|
|
Text (Bab 3)
Zerlina Afides Fitrian-2115010063-BAB III.pdf - Published Version Download (562kB) |
|
|
Text (BAB V - Daftar Pustaka)
BAB V DAN DAPUSdocx.pdf - Published Version Download (437kB) |
|
|
Text (Full Text)
skripsi zerlina afides fitrian.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (508kB) | Request a copy |
Abstract
Kematian merupakan gerbang awal manusia meninggalkan dunia dan menuju ke alam akhirat. setiap makhluk hidup pasti akan mengalami kematian, tidak terkecuali manusia. Kematian akan menjemput kita pada waktu yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Kematian sering kali dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan oleh manusia. Berdasarkan hal itu ada tokoh Islam yaitu Murtadha Muthahhari dan Nurcholish Madjid yang mempunyai pandangan berbeda mengenai keberlanjutan kehidupan manusia setelah kematian, sehingga itu memberikan kabar gembira bagi orang-orang untuk tidak takut kepada kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengeksplorasi kontribusi pemikiran Murtadha Muthahhari dan Nurcholish Madjid tentang konsep kematian perspektif tasawuf. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data secara kepustakaan. Sumber primer dari eksplorasi ini adalah buku Keadilan Illahi: Asas Pandangan Dunia Islam karya Murtadha Muthahhari dan buku Islam Agama Peradaban karya Nurcholish Madjid. Sedangkan sumber sekunder didapatkan dari buku-buku yang berkaitan dengan penelitian ini, artikel-jurnal, skripsi, tesis, dan webside. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pandangan Muthahhari tentang kematian hanyalah perpindahan dari satu alam menuju ke alam yang lain. Artinya kematian menurut Muthahhari adalah sebuah proses perkembangan menuju kehidupan yang lebih sempurna. Sementara itu Caknur memiliki perspektif bahwa kematian adalah suatu keniscayaan. Oleh sebab itu setiap orang suka tidak suka, mau tidak mau akan merasakan kematian. Jadi, kematian adalah bagian dari siklus kehidupan yang harus diterima dengan lapang dada. Dari kedua pemikiran ini didapatkan sebuah perbandingan bahwa ternyata Murtadha Muthahhari mewakili pemikiran syiah dan Nurcholish Madjid mewakili pemikiran sunni. Jadi kontribusi pemikiran dari kedua tokoh yaitu mengajak orang-orang untuk mempersiapkan diri dari kematian. kematian bukan hal yang harus ditakuti namun dijadikan motivasi kehidupan berspiritual yang tinggi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Konsep Kematian, Tasawuf, Murtadha Muthahhari, dan Nurcholish Madjid |
| Subjects: | Agama Islam > Tasawuf |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Aqidah dan Filsafat Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 12 Nov 2025 06:26 |
| Last Modified: | 12 Nov 2025 06:26 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/29608 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
