Rihaldi, Ikbal (2025) Isrāiliyyāt dalam kisah Nabi Yusuf (studi kompratif Tafsīr aṭ-Ṭabarī dan Tafsīr al-Khāzin). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover-Daftar Isi)
Cover-DaftarIsi Skripsi Ikbal Repository.pdf - Published Version Download (854kB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB I Skripsi Ikbal wm repository.pdf - Published Version Download (481kB) |
|
|
Text (BAB 3)
BAB III Skripsi Ikbal wm repository.pdf - Published Version Download (256kB) |
|
|
Text (BAB 5 dan Daftar Pustaka)
BAB V-Dafpus Skripsi Ikbal Repository.pdf - Published Version Download (234kB) |
|
|
Text (Skripsi Full Text)
Skripsi Ikbal Fulltext wm Repository.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji isrāiliyyāt dalam kisah Nabi Yusuf pada Surah Yusuf ayat 24, dengan fokus pada perbandingan penafsiran antara Tafsīr aṭ-Ṭabarī dan Tafsīr al-Khāzin. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana kedua tafsir tersebut menyikapi riwayat isrāiliyyāt yang berpotensi merusak citra kemaksuman Nabi Yusuf. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan pendekatan dan sikap kedua mufasir terhadap riwayat isrāiliyyāt serta dampaknya terhadap pemahaman akidah Islam. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dengan pendekatan studi komparatif, di mana penulis mengumpulkan dan membandingkan riwayat-riwayat yang terdapat dalam kedua tafsir. Penelitian ini juga melibatkan analisis kritis terhadap riwayat-riwayat yang dianggap tidak valid dan berpotensi merendahkan martabat para nabi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat 17 riwayat tentang hamm Yusuf dan 59 riwayat tentang burhān di dalam Tafsīr aṭ-Ṭabarī dan 4 riwayat tentang hamm dan 9 riwayat tentang burhān di dalam Tafsīr al-Khāzin yang dikategorikan sebagai isrāiliyyāt. Aṭ-Ṭabarī cenderung mengumpulkan berbagai riwayat, termasuk isrāiliyyāt dan menekankan bahwa kesalahan kecil dapat menjadi ilustrasi ujian bagi para nabi untuk menampakkan keluasan ampunan Allah. Sebaliknya, Tafsīr al-Khāzin lebih selektif dan defensif, menolak riwayat yang merendahkan Nabi Yusuf dan menegaskan bahwa hamm Yusuf hanyalah lintasan hati tanpa niat untuk melakukan maksiat. Baik aṭ-Ṭabarī maupun al-Khāzin sama-sama tidak memberikan pemaknaan yang defenitif terkait burhān dan menguatkan burhān sebagai hal yang memalingkan Yusuf dari hamm-nya. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya penyaringan dan analisis kritis terhadap riwayat isrāiliyyāt agar penafsiran al-Qur'an tetap sejalan dengan akidah Islam dan menjaga kemuliaan para nabi
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Isrāiliyyāt, Tafsīr aṭ-Ṭabari, Tafsīr al-Khāzin, Nabi Yusuf, Komparatif |
| Subjects: | Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 07 Sep 2025 12:04 |
| Last Modified: | 07 Sep 2025 12:04 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/29113 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
