Aldani, Hafiz (2025) Pembacaan Ayat-ayat Pilihan Dalam Tradisi Mambantai Turun ka Sawah di Jorong Simancuang Nagari Alam Pauh Duo Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan (Studi Living Qur'an). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER-DAFTAR IS)
COVER-DAFTAR ISI PDF.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (517kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (217kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version Download (432kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
FULL TEXT DANI.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujan untuk mengungkap dan menganalisis makna, fungsi, serta bentuk resepsi masyarakat terhadap pembacaan ayat-ayat pilihan dalam tradisi mambantai turun ka sawah di Jorong Simancuang Nagari Alam Pauh Duo Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan. Tradisi ini merupakan salah satu warisan budaya lokal yang masih dilestarikan oleh masyarakat sebagai bagian dari pembukaan musim tanam padi. Di dalamnya terdapat prosesi spiritual yang melibatkan pembacaan ayat-ayat pilihan dari al-Qur‟an, seperti surah al-Fatihah, al-Baqarah ayat 285-286, al-Ikhlas, al-Falaq, an-Nas. Ayat-ayat ini diyakini memiliki kekuatan spiritual untuk menghadirkan perlindungan, keberkahan, dan ketentraman bagi masyarakat yang ada di Jorong Simancuang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data memlalui obsevasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat, agama, dan masyarakat pelaku tradisi, serta dokumentasi lapangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan kerangka teori Living Qur’an, yaitu pendekatan yang memandang al-Qur‟an tidak hanya sebagai teks suci yang dibaca, tetapi juga sebagai sumber nilai yang hidup dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembacaan ayat-ayat pilihan dalam alQur‟an pada tradisi mambantai turun ka sawah memiliki beberapa fungsi. Antara lain sebagai sarana perlindungan spiritual dari gangguan makhluk halus atau bala yang terlihat maupaun yang tidak terlihat, sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar diberikan hasil panen yang melimpah, serta sebagai ekspresi rasa syukur dan tawakal kepada sang Pencipta. Selain itu, tradisi ini juga memperkuat ikatan sosial, menumbuhkan semangat gotong royong, serta memperkuat identitas keagamaandan budaya masyarakat Jorong Simancuang. Tradisi ini mencerminkan bagaimana masyarakat memaknai dan menghidupkan al-Qur‟an dalam realitas keseharian mereka, menjadikannya bukan hanya bacaan ritual, melainkan juga pedoman hidup yang dalam tradisi dan adat lokal. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa tradisi mambantai turun ka sawah bukan sekedar kegiatan adat atau tradisi pertanian semata, melainkan juga merupakan manifestasi dari kehidupan beragama masyarakat yang berakar kuat pada nilai-nilai Islam dan kearifan lokal. Praktik pembacaan ayat-ayat pilihan dalam tradisi ini menjadi bukti konkret dari eksistensi dan dinamika Living Qur’an di tengah masyarakat minangkabau pedalaman.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tradisi, Mambantai, Turun ka Sawah, dan Studi Living Qur'an |
| Subjects: | D History General and Old World > D History (General) |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 06 Sep 2025 07:41 |
| Last Modified: | 06 Sep 2025 07:41 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/28467 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
