Fiwanza, Rizky (2025) Analisis Putusan Hakim Terhadap Penetapan Hak Hadhanah Anak Yang Belum Mumayiz Jatuh Kepada Ayah Pejudi Perspektif Hukum Positif(Putusan Nomor 61/Pdt.G/2024/PA,Sjj). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover-Daftar Isi)
Rizky Fiwanza 2113010002 Cover-Dafrar Isi.pdf - Published Version Download (638kB) |
|
|
Text (BAB I)
Rizky Fiwanza 2113010002 BAB I.pdf - Published Version Download (393kB) |
|
|
Text (BAB III)
Rizky Fiwanza 2113010002 BAB III.pdf - Published Version Download (644kB) |
|
|
Text (BAB V-daftar Pustaka)
Rizky Fiwanza 2113010002 BAB V-Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (371kB) |
|
|
Text (Full Text)
Rizky Fiwanza 2113010002 Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses analisis pertimbangan Perkara Nomor 61/Pdt.G/2024/PA.Sjj sehingga hak hadhanah anak yang belum mummayiz jatuh ke tangan ayah dan untuk mengetahui bagaimana proses pembuktian perkaranya tersebut, dasar pertimbangan hakim serta bagaimana hukumnya menurut perspektif Hukum Positif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif atau penelitian yuridis normatif atau penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka (library research). Karena penelitian ini banyak menggunakan pengkajian asas-asas hukum yaitu meninjau aturan hukum positif di Indonesia kemudian menghubungkannya dengan Putusan Nomor 61/Pdt.G/2024/PA.Sjj. Hasil analisis menunjukkan adanya persoalan yuridis sekaligus sosiologis. Dari aspek yuridis, putusan tersebut berpotensi bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Undang-Undang Perlindungan Anak, serta Kompilasi Hukum Islam yang secara tegas menekankan perlindungan anak untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari pengaruh buruk. Dari aspek sosiologis, penetapan hadhanah kepada ayah penjudi berpotensi menimbulkan kerugian bagi perkembangan moral, psikologis, dan sosial anak. Meskipun asas pacta sunt servanda mengakui kesepakatan damai para pihak, hakim berdasarkan Perma Nomor 1 Tahun 2016 dan Perma Nomor 3 Tahun 2017 memiliki kewajiban menolak kesepakatan yang bertentangan dengan hukum dan merugikan anak. Dengan demikian, putusan ini menunjukkan adanya inkonsistensi antara fakta persidangan dan amar putusan, sehingga tidak sepenuhnya mencerminkan prinsip perlindungan anak yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam perkara hadhanah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hadhanah, Perdamaian, Perlindungan Anak |
| Subjects: | Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Hukum Keluarga, Hukum Perkawinan, Hukum Pernikahan Menurut Islam K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 02 Jun 2026 03:50 |
| Last Modified: | 02 Jun 2026 03:50 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/28405 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
