Pelaksanaan Akad Upah Buruh Tani Dalam Menggarap Sawah di Kampung Sumbaru Perspektif Fikih Muamalah

Andriani, Ilma (2025) Pelaksanaan Akad Upah Buruh Tani Dalam Menggarap Sawah di Kampung Sumbaru Perspektif Fikih Muamalah. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (cover-daftar isi)
cover sampai daftar isi.pdf - Published Version

Download (937kB)
[img] Text (BAB I)
bab i.pdf - Published Version

Download (696kB)
[img] Text (BAB II)
BAB III.pdf - Published Version

Download (625kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V_daftar pustaka.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (FULL TEXT)
Ilma Andriani_2113040096 full teks.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (10MB)

Abstract

Penulisan skripsi ini di latar belakangi oleh adanya kesenjangan akad dan upah buruh tani dalam menggarap sawah di Kampung Sumbaru, ketidaksesuaian antara kesepakatan kerja secara lisan (akad) dengan realisasi pekerjaan yang dilakukan oleh buruh tani, yang berakibat pada kerugian pihak petani. Buruh tani di kampung ini umumnya bekerja berdasarkan akad lisan dan menerima upah harian yang disepakati sebelumnya. Namun, dalam praktiknya, pekerjaan sering kali tidak diselesaikan sesuai kesepakatan, sehingga menimbulkan ketidakseimbangan antara hak dan kewajiban kedua belah pihak. Pertanyaan penelitian pada penelitian ini yaitu: 1. Apa saja faktor yang menyebabkan buruh tani tidak bekerja penuh dalam satu hari sesuai dengan akad yang telah disepakati pada awal perjanjian kerja? 2. Bagaimana pembayaran upah yang terjadi antara petani dan buruh tani di Kampung Sumbaru ditinjau fikih muamalah?. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research). Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan petani dan buruh tani, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan: 1. Faktor yang menyebabkan buruh tidak bekerja penuh dalam satu hari, antara lain tidak adanya kejelasan mengenai jam mulai dan berakhirnya pekerjaan sehingga menimbulkan perbedaan pemahaman antara petani dan buruh tani mengenai makna “satu hari” kerja; keterbatasan fisik dan kondisi cuaca yang panas; kewajiban rumah tangga yang harus segera ditunaikan; serta anggapan sebagian buruh bahwa upah yang diterima tidak sebanding dengan beban kerja hingga sore hari. 2. Upah di Kampung Sumbaru dilakukan sebelum pekerjaan, Upah di bayar sebelum pekerjaan dimulai. Pembayaran upah juga ditetapkan oleh para buruh tani dan diikuti oleh pihak petani. Kampung Sumbaru memiliki dua sistem pembayaran yaitu upah lepas dan upah tidak lepas.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Akad,Ijarah
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syari'ah
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 09 Feb 2026 04:33
Last Modified: 09 Feb 2026 04:33
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/27769

Actions (login required)

View Item View Item