Arefan, Muhammad (2025) Penyelesaian Sengketa Tanah Ditinjau dari Teori Kepemilikan dalam Fiqih Muamalah. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover)
Muhammad Arefan 2113040092 cover.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
Muhammad Arefan 2113040092 BAB I.pdf - Published Version Download (689kB) |
|
|
Text (BAB III)
Muhammad Arefan 2113040092 BAB III.pdf - Published Version Download (512kB) |
|
|
Text (BAB V)
Muhammad Arefan 2113040092 BAB V Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (889kB) |
|
|
Text (Full Teks)
Muhammad Arefan 2113040092 Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Penulisan Skripsi ini Dilatar belakangi oleh adanya Sengketa Kepemilikan Tanah di Sarojo Kelurahan Campago Guguk Bulek Kota Bukittinggi, dengan tinjauan dari Fiqih Muamalah., proses penyelesaiannya melalui musyawarah mufakat, serta tinjauannya menurut Fiqih Muamalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, 1) Kronologi Sengketa Tanah di Sarojo Kota Bukittinggi, 2) Faktor Penyebab Sengketa Tanah di Sarojo Kota Bukittinggi, 3) Penyelesaian Sengketa Tanah Ditinjau dari Fiqih Muamalah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara, dan dokumentasi. Kesimpulan penelitian menunjukkan 1) penggunaan sebagian lahan milik pemilik tanah sebagai akses jalan menuju rumah warga tanpa izin formal. Kebiasaan penggunaan tanah tersebut, yang telah berlangsung lama, menimbulkan benturan ketika pemilik mulai melakukan pembangunan, 2) sengketa bermula dari adanya tindakan sepihak warga yang memanfaatkan sebagian tanah milik individu sebagai akses jalan tanpa izin. Hal ini memicu konflik ketika pemilik tanah berusaha mereklamasi haknya, 3) Penyelesaian kemudian ditempuh melalui jalur musyawarah mufakat dengan melibatkan pihak terkait, sehingga tercapai kesepakatan: pemilik tanah rela memberikan sebagian lahannya sebagai jalan akses dengan syarat tembok yang dibangun warga harus dibongkar. Dalam perspektif Fiqih Muamalah, penyelesaian ini sesuai dengan prinsip ṣulḥ (perdamaian), yaitu adanya kerelaan, keadilan, dan kemaslahatan bagi kedua belah pihak. Musyawarah mufakat dinilai lebih efektif karena mampu menjaga ukhuwah, menghindari pertikaian berkepanjangan, serta sejalan dengan tujuan hukum Islam (maqāṣid al-syarī‘ah) dalam menjaga harta (ḥifẓ al-māl) dan keharmonisan sosial.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sengketa Tanah, Musyawarah Mufakat, Fiqih Muamalah |
| Subjects: | U Umum (General) > Hukum |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syari'ah |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 09 Feb 2026 04:20 |
| Last Modified: | 09 Feb 2026 04:20 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/27738 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
